Akurat Logo

Makin Panas! Tanggapi Ancaman Korut, Presiden Korsel Rencanakan Latihan Nuklir Bersama AS

| 2 Januari 2023, 17:05 WIB
Makin Panas! Tanggapi Ancaman Korut, Presiden Korsel Rencanakan Latihan Nuklir Bersama AS

AKURAT.CO Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol mengaku tengah mendiskusikan latihan bersama Amerika Serikat (AS) yang melibatkan aset nuklir AS guna melawan pengembangan program atom dan rudal Korea Utara.

Menurut Yoon dalam wawancara dengan Chosun Ilbo yang terbit pada Senin (2/1), 'payung nuklir' AS dan perluasan pencegahan tak lagi cukup untuk meyakinkan warga Korea Selatan. Ia mengacu pada kemampuan militer AS, khususnya kekuatan nuklirnya, guna mencegah serangan terhadap sekutu AS.

"AS mengatakan kepada kami agar jangan khawatir karena segalanya akan diurus. Namun, sekarang, sulit untuk meyakinkan rakyat hanya dengan itu. Pemerintah AS juga memahaminya," ungkapnya.

Untuk menanggapi ancaman nuklir Korea Utara dengan lebih baik, Korea Selatan ingin terlibat dalam operasi pasukan nuklir AS.

"Senjata nuklirnya milik AS, tetapi perencanaan, pembagian informasi, latihan, dan pelatihan harus dilakukan bersama antara Korea Selatan dan AS," sambungnya.

Washington pun dikatakannya merespons gagasan itu dengan positif.

Sehari sebelumnya, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyerukan pengembangan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru dan 'peningkatan eksponensial' senjata nuklir negara tersebut. Tujuannya untuk melawan 'permusuhan' dari AS dan Korea Selatan.

Dalam pertemuan Partai Buruh, ia mengatakan kalau Korea Selatan kini telah menjadi 'musuh sungguhan' bagi negaranya. Ia pun meluncurkan tujuan militer baru yang mengisyaratkan uji coba dan ketegangan intensif senjata masih akan berlangsung satu tahun lagi.

Pada Minggu (1/1), Korea Utara menembakkan rudal balistik jarak pendek dari pantai timurnya dalam uji senjata Hari Tahun Baru. Pada hari sebelumnya, 3 rudal balistik diluncurkan untuk menutup tahun dengan memecahkan rekor jumlah uji coba rudal.

Para analis pun memprediksi memburuknya ketegangan.

"Tahun ini bisa menjadi tahun krisis dengan ketegangan militer di Semenanjung Korea melebihi kejadian tahun 2017," komentar Hong Min, seorang peneliti senior di Institut Korea Bidang Unifikasi Nasional.

Ia merujuk pada ancaman 'Fire and Fury' (ledakan amarah) yang dilontarkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump.

"Jika sikap keras Korea Utara dan pengembangan senjata agresif bertemu latihan bersama Korea Selatan-AS, ketegangan dapat meningkat dalam sekejap. Ini mirip konflik regional ketika kedua pihak salah paham terhadap situasinya," pungkas Hong. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.