Akurat Logo

Lubang Raksasa Sedalam 200 Meter Muncul Misterius di Area Tambang Chili

Bani Maryanto | 2 Agustus 2022, 21:55 WIB
Lubang Raksasa Sedalam 200 Meter Muncul Misterius di Area Tambang Chili

AKURAT.CO Sinkhole atau lubang runtuhan secara misterius muncul di sebuah area pertambangan tembaga di Chili. Menurut laporan, sinkhole tersebut berukuran raksasa, dengan lebar mencapai hingga 25 meter, dan kedalaman hingga 200 meter. 

Kini, pihak berwenang Chili sedang menyelidiki lubang tersebut, yang dikatakan muncul selama akhir pekan. 

Gambar udara dari media Chili memperlihatkan lubang menganga di tanah yang ditambang oleh perusahaan Kanada bernama Lundin Mining. Lubang ini terletak sekitar 665 km (413 mil) dari utara ibu kota Santiago.

Dinas Geologi dan Pertambangan Nasional Chili, Sernageomin, mulai mengetahui keberadaan sinkhole tersebut pada Sabtu (30/7). Sejak itu, personel spesialis dikirim ke lokasi untuk menyelidiki, kata direktur badan tersebut, David Montenegro.

"Ada jarak yang cukup dalam, sekitar 200 meter (656 kaki) ke bawah," kata Montenegro. "Kami belum mendeteksi material apa pun di sana, tetapi kami telah melihat keberadaan banyak air," tambahnya.

Sernageomin telah melaporkan penutupan area dari pintu masuk ke lokasi kerja tambang Alcaparrosa, yang terletak di dekat sinkhole tersebut.

 Penampakan sinkhole terlihat di zona pertambangan dekat kota Tierra Amarilla, di Copiapo, Chili - The Guardian

Dalam sebuah pernyataan pada Senin sore, Lundin Mining mengatakan lubang itu tidak memengaruhi pekerja atau anggota masyarakat. Sinkhole itu juga dikatakan 'tetap stabil' sejak pertama kali terdeteksi. 

"Setelah terdeteksi, daerah itu segera diisolasi dan otoritas pengatur terkait telah memberi tahu. Tidak ada dampak terhadap personel, peralatan, atau infrastruktur," bunyi pernyataan dari perusahaan tersebut, seperti dikutip dari The Guardian.

Lundin Mining juga telah mengonfirmasi soal analisis teknis yang sedang dilakukan untuk menentukan penyebab dari munculnya sinkhole. 

"Rumah terdekat berjarak lebih dari 600 m (1.969 kaki), sementara area berpenduduk atau layanan publik hampir satu kilometer jauhnya dari zona yang terkena dampak," ungkap perusahaan.

Lundin Mining memiliki 80 persen dari properti dan sisanya dipegang oleh Sumitomo Corporation Jepang.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
E
Editor
Endarti