Akurat Logo

Ngeri! Balon Udara Jatuh di Selandia Baru, Begini Nasib 11 Penumpangnya

| 9 Juli 2021, 19:40 WIB
Ngeri! Balon Udara Jatuh di Selandia Baru, Begini Nasib 11 Penumpangnya

AKURAT.CO, Sebuah balon udara jatuh saat akan mendarat di Selandia Baru pada Jumat (9/7). Akibatnya, keseluruhan 11 orang yang berada di dalamnya terluka. Dua di antaranya mengalami luka serius, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Dilansir dari The Guardians, Sunrise Balloons mengungkapkan kalau perjalanan selama 1 jam di dekat Queenstown itu berjalan lancar. Kecepatan anginnya pun normal saat pilot berusaha mendaratkannya di landasan terbang swasta sebelum jam 10 pagi.

"Saat hampir sampai, balon mendadak dihempas angin dan keranjang berisi penumpang terbentur tebing rendah," bunyi pernyataan perusahaan tersebut.

Wali Kota Queenstown Jim Boult pun membenarkan pernyataan tersebut.

"Menurut informasi yang saya dapat dari polisi, itu bukan pendaratan darurat. Balon tersebut mendarat di lokasi yang seharusnya, tetapi terjadi hal-hal yang tak diinginkan," tuturnya.

Baca Juga: 5 Olahraga dengan Biaya Termahal di Dunia, Balapan Kapal hingga Balon Udara

Sementara itu, menurut petugas medis, para korban yang terluka berserakan di area seluas lapangan sepak bola.

"Jadi, untuk memahami situasinya dan menolong mereka, butuh waktu saking luasnya area," terang David Baillie, seorang manajer operasional untuk St. John Ambulance.

Keranjang balon pun berakhir di dekat jalan masuk, sedangkan parasutnya tersampir di atas kabel listrik. Dua penumpang yang terluka parah lantas diterbangkan dengan helikopter ke Rumah Sakit Dunedin. Sementara itu, pilot dan 8 penumpang lainnya dirawat karena cedera ringan atau sedang, kemudian diizinkan pergi.

Associated Press

Pemilik sekaligus kepala pilot Sunrise Balloons Hugh McLellan mengaku sangat kecewa atas insiden tersebut. Ia mengatakan perusahaannya telah menghentikan sementara penerbangan dan bekerja sama dengan polisi serta otoritas penerbangan untuk penyelidikan.

Menurut perusahaan itu, seluruh korban adalah warga Selandia Baru. Pasalnya, sudah lebih dari setahun negara tersebut menutup perbatasannya untuk turis asing akibat pandemi virus corona.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.