Akurat Logo

Media Asing Soroti Penemuan KRI Nanggala-402 di Dasar Laut, Terbelah Jadi Tiga

| 26 April 2021, 12:09 WIB
Media Asing Soroti Penemuan KRI Nanggala-402 di Dasar Laut, Terbelah Jadi Tiga

AKURAT.CO, Penemuan kapal selam angkatan laut Indonesia KRI Nanggala-402 ikut menjadi sorotan media asing. Salah satunya adalah media asal Inggris, BBC.

Dalam laporannya pada Minggu (25/4), kapal selam yang hilang kontak pada Rabu (21/4) di lepas pantai Bali itu ditemukan terbelah menjadi 3 bagian di dasar laut. Seluruh 53 awak kapal dipastikan tewas.

Menurut otoritas Angkatan Laut RI, mereka telah menerima sinyal dari lokasi kapal selam lebih dari 800 meter pada Minggu (25/4) pagi. Sebuah kapal penyelamat bawah air yang dipinjamkan oleh Singapura pun dikirim untuk mendapatkan konfirmasi visual dari bangkai kapal itu.

BBC

KRI Nanggala-402 menghilang setelah meminta izin menyelam saat latihan torpedo. Alasan tenggelamnya masih belum jelas.

Pada Sabtu (24/4), militer Indonesia mengonfirmasi ditemukannya puing-puing kapal selam, termasuk sajadah, di lokasi hilangnya kapal selam. Menurut Kepala Staf Angkatan Laut Yudo Margono, lebih banyak barang dari kapal selam telah ditemukan termasuk jangkar dan baju penyelamat awak.

BBC

"KRI Nanggala terbagi menjadi 3 bagian, lambung kapal, buritan kapal, dan bagian utamanya. Semua terpisah, sementara bagian utamanya ditemukan retak," ujarnya pada Minggu (25/4).

Panglima TNI Hadi Tjahjanto pun membenarkan tak ada satu pun awak kapal yang masih hidup.

"Dengan belasungkawa mendalam, saya dapat menyatakan bahwa semua 53 awak di dalamnya telah meninggal," ungkapnya.

Sebelumya, para ahli mengatakan kedalaman tempat kapal selam itu ditemukan berada jauh di luar batas untuk bisa bertahan. Selain itu, oksigen yang dibawa hanya cukup untuk 3 hari.

Presiden Joko Widodo pun menyebut para awak kapal sebagai patriot terbaik Indonesia.

"Seluruh warga Indonesia merasakan duka mendalam atas kejadian ini, terutama bagi keluarga awak kapal selam," tuturnya.

Hilangnya KRI Nanggala-402 menyebabkan operasi pencarian internasional, dengan bantuan dari Amerika Serikat, Australia, Singapura, Malaysia, dan India. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.