5 Orang Ini Mengaku sebagai Imam Mahdi, Ada yang Berakhir Dibui 1.075 Tahun

AKURAT.CO, Baru-baru ini, Indonesia digegerkan oleh sosok pria bernama Jozeph Paul Zhang yang menyinggung soal puasa umat Muslim melalui kanal YouTube-nya. Dalam videonya, ia juga mengaku sebagai Nabi ke-26. Tak pelak, pria itu kini menjadi buronan interpol.
Jika Jozeph Paul Zhang mengaku sebagai Nabi ke-26, ada beberapa orang sebelumnya mengaku sebagai Imam Mahdi. Kebanyakan dari mereka mendirikan sekte dan berhasil mengecoh para pengikutnya demi mencapai tujuan tertentu. Hidup orang-orang tersebut pun rata-rata berakhir nahas. Ada yang tewas dalam baku tembak, divonis hukuman mati, dan dipenjara hingga 1 abad.
Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, inilah 5 orang yang mengaku sebagai Imam Mahdi.
1. Dia Abdul Zahra Kadim
Pria asal Hilla, Irak, ini memimpin sekte ekstremis bersenjata Syiah bernama Jund al-Samaa (Prajurit Surga). Menurut kelompok bersenjata lengkap tersebut, kepemimpinan agama di Najaf itu tidak sah. Abdul Zahra Kadim pun mengaku sebagai Imam Mahdi.
Pria tersebut juga menjadi dalang serangan masif selama Hari Raya Asyura. Ia berencana memerintahkan anggota Jund al-Samaa menyamar sebagai peziarah, kemudian melepaskan tembakan untuk membunuh sebanyak mungkin ulama Syiah terkemuka dan mengganggu seluruh hari raya. Regu pembunuh beranggotakan 3 orang pun dikirim untuk menyerang sebuah hotel, tempat Ayatollah Agung Syiah Ali al-Sistani berkantor.
Abdul Zahra Kadim tewas dalam baku tembak sengit dengan pasukan Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Irak Baru di Najaf pada 29 Januari 2007. Jasadnya yang ditemukan cocok dengan foto dalam pamflet di laman berjudul 'Kedatangan Suci' yang menobatkannya sebagai Imam Mahdi. Rupanya, ia mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi untuk menyembunyikan identitas aslinya dan merekrut anggota baru ke dalam sektenya.
2. Mohammed Abdullah al-Nasr
Pada November 2016, Mesir digegerkan oleh seorang penceramah televisi berjuluk Syekh Mizo yang mengaku sebagai Imam Mahdi. Klaimnya itu diunggahnya di Facebook. Ia lantas menyerukan baik Sunni maupun Syiah agar mematuhi perintahnya.
Tak tinggal diam, sejumlah pengacara Mesir menggugatnya dan meminta pemeriksaan kesehatan jiwanya. Menurut Dr Samir Sabri, ia mengajukan gugatan agar Jaksa Agung menuntut Mizo dan menugaskan pengadilan untuk mengikuti kasusnya, di mana ia akan didakwa atas penipuan dan penghinaan terhadap agama.
Menurut pengacara lainnya, Amr Abdel-Salam, hukuman penjara 6 bulan hingga 5 tahun atau denda 500-1.000 pound Mesir (Rp462 ribu-Rp925 ribu) dapat dijatuhkan kepada mereka yang mengeksploitasi agama secara lisan, tertulis, atau dengan cara lain, bertujuan untuk memprovokasi hasutan, meremehkan, menghina agama, atau merusak persatuan, dan keamanan nasional.
3. Shukri Mustafa
Insinyur pertanian Mesir ini memimpin kelompok ekstremis Islam Jama'at al-Muslimin atau lebih dikenal sebagai Takfir wal-Hijra. Sebelumnya, ia bergabung dengan Ikhwanul Muslimin pada tahun 1960an. Setelah ditangkap karena aktivitas yang berkaitan dengan kelompok itu, pria ini menjadi tertarik dengan karya para pemikir radikal.
Setelah dibebaskan pada tahun 1971, ia mengumpulkan pengikut dan menarik diri dari masyarakat modern. Shukri dieksekusi pada 19 Maret 1978 setelah menculik dan membunuh seorang menteri pemerintahan Mesir dan ulama Muslim Muhammad al-Dhahabi. Ia dijatuhi hukuman mati melalui pengadilan militer bersama 4 pemimpin lainnya.
Menurut penulis Daniel Benjamin dan Stevem Simon berdasarkan kesaksian orang-orang yang mengenalnya dan yang diisyaratkan Shukri selama persidangannya, ia menganggap dirinya sebagai Imam Mahdi yang bertugas membebaskan dunia dari kemungkaran, ketidakadilan, dan tirani.
4. Ariffin Mohammed
Pria Malaysia ini memimpin sekte agama Kerajaan Langit. Gerakannya memiliki komune yang berbasis di Terengganu yang kemudian dihancurkan oleh pemerintah Malaysia pada Agustus 2005. Ia mengaku memiliki kontak langsung dengan surga, sementara para pengikutnya meyakininya sebagai reinkarnasi Yesus, Buddha, Siwa, dan Muhammad. Pemuja Kerajaan Langit percaya suatu hari pria yang akrab disapa Ayah Pin ini akan kembali sebagai Imam Mahdi. Mereka menganggapnya sebagai raja langit dan objek penyembahan tertinggi untuk semua agama.
Saat sektenya dihancurkan, Ayah Pin berhasil lolos dari penangkapan dan menjadi buronan otoritas Malaysia. Sejak 2009 dan seterusnya, ia diyakini berada di pengasingan di Narathiwat, Thailand, melewati perbatasan dari Kelantan.
Pada 22 April 2016, Ayah Pin meninggal dunia pada usia 74 tahun di rumah istri ketiganya di Hulu Besut. Sebelum meninggal, ia dikabarkan menderita berbagai penyakit sejak melarikan diri dari aparat pada 2005. Jenazahnya lantas dimakamkan di Kuala Terengganu.
5. Adnan Oktar
Berbekal nama pena Harun Yahya, pria Turki ini dikenal di seluruh dunia berkat bukunya yang menentang teori evolusi Darwin. Ia lantas menggegerkan publik saat memimpin kultus yang terlibat skandal seks. Kanal TV daring A9 miliknya mulai mengudara pada 2011 dan panen kecaman dari para ulama Turki. Dalam siarannya, Oktar berdakwah dengan dikelilingi para wanita muda yang ia sebut 'kitten' (anak kucing). Para wanita itu kerap mengenakan baju terbuka saat ia menyampaikan pandangan agama dan politiknya. Tak heran kanalnya kerap didenda oleh pengawas media Turki RUTK.
Menurut pengakuan seorang intelektual Turki Amerika, Edip Yuksel, Oktar juga meyakini kalau dirinya adalah Imam Mahdi. Dengan karismanya yang manipulatif, banyak pengikutnya terkecoh.
Oktar lantas ditangkap aparat pada 2018 dan dijerat beragam dakwaan, mulai dari pelecehan seksual, pemerasan, pencucian uang, bahkan spionase. Pada 11 Januari 2021, pengadilan Turki memvonisnya hukuman penjara selama 1.075 tahun.
Sebenarnya, ada lebih banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai Imam Mahdi. Bahkan, menurut seorang pakar agama bernama Mehdi Ghafari, lebih dari 3 ribu orang yang mengaku sebagai Imam Mahdi dipenjara di Iran pada 2012. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik




