Akurat Logo

Ilmuwan AS Sukses Kloning Musang Jenis Langka, Sel Induk dari Tahun 1988

Sopian | 21 Februari 2021, 18:05 WIB
Ilmuwan AS Sukses Kloning Musang Jenis Langka, Sel Induk dari Tahun 1988

AKURAT.CO, Musang kaki hitam yang dikenal sangat langka telah berhasil dikloning oleh para ilmuwan Amerika Serikat (AS). Keberhasilan ini pun tercatat menjadi yang pertama dalam mengkloning spesies-spesies hewan Amerika Utara yang terancam punah.

Mengutip BBC hingga The Independent, kesuksesan kloning musang itu disampaikan oleh para pejabat dari United States Fish and Wildlife Service (USFWS) pada Kamis (18/2) pekan lalu. Mereka membeberkan bahwa musang kloning itu bernama Elizabeth Ann, dan lahir di fasilitas penangkaran FWS di Colorado pada 10 Desember 2020.

Dijelaskan pula bahwa Elizabeth adalah salinan genetik seekor musang kaki hitam bernama Willa. Willa sendiri mati pada tahun 1988 dan mayatnya dibekukan pada masa-masa awal teknologi DNA.

"Meskipun penelitian ini masih pendahuluan, ini adalah kloning pertama dari spesies asli yang terancam punah di Amerika Utara, dan memberikan alat yang menjanjikan untuk upaya berkelanjutan dalam melestarikan musang berkaki hitam," ucap Direktur USFWS untuk Wilayah Mountain-Prairie, Noreen Walsh.

Meski begitu, Willa sebenarnya bukanlah salah satu dari tujuh leluhur asli musang kaki hitam yang ditangkap di Wyoming untuk pembudidayaan.

Sekadar info, sebelum tahun 1981, musang kaki hitam sempat dianggap punah, dan karenanya ilmuwan mengumpulkan populasi yang tersisa untuk program penangkaran.

Willa, yang kemudian tidak memiliki keturunan yang hidup, lalu dikloning demi memulihkan keberadaan musang kaki hitam.

Setelah diputuskan untuk dikloning, sel Willa disimpan di 'kebun binatang beku' yang dikelola oleh San Diego Zoo Global.

Proses 'penggandaan Willa' lalu diserahkan ke ViaGen Pets & Equine, sebuah perusahaan kloning ternama asal Texas. ViaGen sendiri sempat mendapatkan perhatian besar terutama setelah sukses mengkloning kuda Przewalski dari DNA kuda liar berumur 40 tahun.

Kemudian untuk memperlancar pengkloningan, ViaGen bekerja sama dengan Revive & Restore, sebuah organisasi konservasi satwa liar yang berfokus pada bioteknologi.

Ben Novak, ilmuwan utama dari Revive & Restore lantas mengatakan bahwa teknik yang dipakai untuk mengkloning Willa 'benar-benar telah membuat perbedaan'.

"Melalui upaya konservasi, bioteknologi dan data genom benar-benar mampu membuat perbedaan di lapangan," ungkap Novak.

Sementara, Elizabeth diketahui masih berada di penangkaran di USFWS dan akan terus diteliti oleh para ilmuwan. Karena itu, untuk sementara, Elizabeth tidak akan dilepaskan ke alam liar.

Musang berkaki hitam adalah satu-satunya spesies musang di Amerika Utara dan termasuk mamalia paling terancam punah di wilayah tersebut. Bahkan, saking terancamnya, ilmuwan sampai ikut menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada sekitar 120 musang kaki hitam pada musim panas lalu.

Upaya ilmuwan itu memang bisa dimaklumi. Mengingat, puluhan ribu cerpelai yang jadi kerabat dekat musang, mati setelah terinfeksi virus corona dari manusia. Selain itu, jutaan cerpelai juga diketahui telah dimusnahkan di Eropa untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.