Akurat Logo

Tiru Adegan The Walking Dead, 2 Remaja Hantam Kepala Temannya dengan Tongkat Baseball hingga Cedera Otak Permanen

Swara Setia | 21 Februari 2020, 21:47 WIB
Tiru Adegan The Walking Dead, 2 Remaja Hantam Kepala Temannya dengan Tongkat Baseball hingga Cedera Otak Permanen

AKURAT.CO, Bagi penggemar kisah horor zombi pastilah sudah hafal betul dengan serial TV garapan Amerika Serikat, The Walking Dead. Dalam salah satu episodenya, The Walking Dead pun sempat menampilkan sebuah adegan brutal di mana salah satu pameran antagonisnya memukuli para pemeran utama dengan tongkat baseball.

Disebut 'Lucille', tongkat ini dirancang begitu mengerikan lantaran tidak hanya keras tetapi juga berlilitkan duri-duri kawat. Dalam adegan tersebut, sejumlah pameran utama akhirnya mati mengenaskan lantaran kepalanya hancur dihajar menggunakan Lucille.

Namun, rupanya adegan ini benar-benar terjadi di dunia nyata setelah dua remaja asal Inggris memukuli kepala seorang remaja lain dengan tongkat baseball mirip seperti Lucille. Dalam laporannya, Metro News pada Jumat (21/2) menuliskan bagaimana korban yang masih berusia 16 tahun akhirnya cacat karena ulah para pelaku.

Sedangkan, para pelaku ini diketahui beriidentifikasi sebagai John Callis-Woolsey (18) dan Kyle Cullan. Dalam keterangannya, Metro News menambahkan bagaimana setelah menghempaskan tongkat baseball penuh paku, kedua tersangka justru melakukan tarian perayaan 'Floss' mirip seperti dalam permainan komputer populer Fortnite.

Karena insiden mengerikan yang dialami putranya, ibu korban langsung mengimbau kepada masyarakat akan dampak permainan serta program TV yang berisi adegan kekerasan. Ibu korban juga menuturkan, karena insiden ini putranya telah dirawat di rumah sakit selama sembilan bulan. Pun, saat ini, putranya tersebut sangat membutuhkan perawatan penuh lantaran cedera otak seumur hidup.

Tidak hanya itu, ibu korban bahkan menjelaskan bahwa cedera parah tersebut sampai membuat korban hanya bisa berjalan dengan alat bantu.

"Ini adalah tindakan kekerasan ekstrem tanpa adanya sebuah provokasi serta tidak berarti sama sekali. Saya begitu terkejut ketika melihat senjata mengerikan yang digunakan (para tersangka)," ujar ibu korban.

"Saya ingin produser dan pembuat program semacam itu mengetahui pengaruh konten terhadap pikiran yang belum matang," lanjut ibu korban.

Berdasarkan keterangan pihak pengadilan Derby Crown Court, serangan ini terjadi di rumah salah satu tersangka, Callis Woolsey pada 13 November 2018.

Namun, menurut Detektif Derek Ellis, penyerangan yang dilakukan dua remaja tersebut adalah hal yang sudah direncanakan secara matang.  

"Ini adalah tindakan kekerasan ekstrem yang direncanakan, dirancang dan dilakukan oleh remaja untuk masalah yang agak sepele," ujar Ellis.

Karena aksi kriminalnya ini, Callis Woolsey akhirnya mendapatkan vonis penjara selama delapan tahun, sedangkan rekannya, Cullan diganjar 12 bulan penjara karena merencanakan perampokan.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.