5 Gedung Pencakar Langit yang Nasibnya Mirip Menara Saidah, Ada yang Jadi Lokasi Berburu Hantu

AKURAT.CO, Belum lama ini, Menara Saidah ramai dibicarakan warganet Indonesia di Twitter. Bahkan, gedung di Jakarta ini sempat menempati posisi kedua daftar trending topic Indonesia. Pasalnya, beberapa warganet menganggap menara tersebut mirip Hotel del Luna, hotel di drama Korea berjudul sama.
Bernuansa Romawi, Menara Saidah rampung dibangun tahun 1998. Bangunan megah ini sempat jadi pusat perkantoran, tetapi harus ditutup di tahun 2007 karena bangunannya miring. Sempat ada renovasi di tahun 2015, tetapi terhenti setelah berjalan 2 bulan. Hingga saat ini, Menara Saidah tak lagi difungsikan.
Ternyata ada sejumlah gedung pencakar langit di berbagai negara yang mangkrak, senasib dengan Menara Saidah. Penyebabnya pun beragam, mulai dari krisis ekonomi hingga bencana alam. Bahkan, ada salah satunya yang berubah jadi lokasi berburu hantu karena dianggap angker.
Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, inilah 5 gedung pencakar langit yang mangkrak seperti Menara Saidah.
1. Ryugyong Hotel, Korea Utara
Saat pertama kali dibangun tahun 1987 di Pyongyang, Ryugyong Hotel digadang-gadang menjadi hotel tertinggi di dunia. Pasalnya, bangunan ini adalah bangunan pertama di luar Amerika Serikat yang punya lebih dari 100 lantai.
Namun, saat sudah hampir jadi di tahun 1992, pembangunannya tersendat berbarengan dengan jatuhnya Uni Soviet. Pasalnya, terjadi krisis ekonomi di Korea Utara sehingga pembangunannya harus ditunda.
Pada tahun 2008, perusahaan Mesir bersedia mengambil alih proyek ini. Bagian eksteriornya ditambahkan kaca, tetapi proyeknya tertunda lagi sebelum interiornya selesai. Tahun 2013, sempat diumumkan hotel ini akan dibuka untuk pertama kalinya, tetapi tertunda karena belum selesai.
Sejak saat itu, beredar sejumlah spekulasi tentang kapan hotel ini dibuka. Nyatanya, sudah 30 tahun lebih berlalu sejak pertama kali dibangun, bangunan ini tak kunjung dibuka.
2. Sathorn Unique, Thailand
Gedung pencakar langit di Bangkok ini mulai dibangun tahun 1990 saat perekonomian Thailand meroket. Pembangunannya pun stabil hingga terjadi krisis moneter Asia di penghujung 1990an. Akibatnya, pembiayaannya tersendat dan arsiteknya dipenjara lantaran merenncanakan pembunuhan. Bangunan 49 lantai ini pun mangkrak hingga saat ini.
Warga bahkan menjulukinya sebagai "Menara Hantu". Pasalnya, beredar rumor kalau bangunan ini angker. Alih-alih takut, rumor ini malah mengundang rasa penasaran para pemburu hantu. Sathorn Unique pun kerap dijadikan lokasi berburu hantu.
Namun, geng preman dan gelandangan juga sering bersembunyi di sana. Akibatnya, kerap terjadi konflik dan akhirnya Sathorn Unique ditutup permanen. Meski begitu, ada saja penyusup yang menerobos masuk menara ini.
3. Book Tower, Amerika Serikat
Pada tahun 1916, bangunan kantor 13 lantai ini dibuka di Detroit, Michigan. Sepuluh tahun kemudian, menara 38 lantai dihubungkan dan kesatuannya dinamakan Book Tower. Pada masa itu gedung dengan nama yang diambil dari Book bersaudara ini merupakan bangunan tertinggi di kota.
Namun, di tahun 1970an, banyak penyewa kantor yang meninggalkannya hingga akhirnya gedung ini ditutup. Meski termasuk dalam Daftar Bangunan Bersejarah Nasional, Book Tower tetap saja tak bisa bangkit.
Pada tahun 2009, Detroit berencana mengubah bangunan ini menjadi kompleks hunian. Namun, belum ada perubahan hingga saat ini.
4. Insignia Tower, Meksiko
Dengan 25 lantai, gedung berbentuk segitiga ini merupakan bangunan tertinggi kedua di Meksiko saat selesai dibangun tahun 1962. Diresmikan tahun 1964, gedung ini awalnya digunakan untuk perusahaan kompleks perumahan lokal. Kemudian, Insignia Tower berubah menjadi kantor pusat Bak Nasional Pekerjaan Umum. Namun, gempa bumi yang mengguncangnya membuat gedung ini harus dikosongkan.
Insignia Tower pun mangkrak sejak saat itu. Lantaran punya sejarah yang cukup signifikan bagi Kota Meksiko, tak sedikit yang ingin gedung ini bisa difungsikan lagi.
5. Abraham Lincoln Tower, Brasil
Abraham Lincoln Tower adalah salah satu dari menara kembar di Rio de Janeiro. Keduanya dibangun pada tahun 1960an. Seharusnya, ada total 76 menara, tetapi yang akhirnya terbangun hanya 2.
Pembangunannya dimulai tahun 1969, tetapi tersendat di tahun 1972 akibat salah konstruksi. Akibatnya, menara ini tak pernah selesai dibangun dan mangkrak hingga saat ini. Namun, kembarannya, Menara Charles de Gaulle, bernasib berbeda dan berfungsi hingga hari ini.
Itulah 5 gedung pencakar langit yang mangkrak hingga saat ini, seperti Menara Saidah. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



