Akurat Logo

Ngeri, Cincin Api Pasifik Aktif, Gunung-gunung Meletus dan Gempa Guncang Asia

Khaerul S | 24 Januari 2018, 23:08 WIB
Ngeri, Cincin Api Pasifik Aktif, Gunung-gunung Meletus dan Gempa Guncang Asia

AKURAT.CO, Gunung-gunung berapi meletus dan sejumlah gempa bumi di Asia dan Alaska dalam dua hari terakhir menunjukkan Cincin Api Pasifik sedang aktif. 

Peringatan itu dikeluarkan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNODRR) pada Selasa (23/1) waktu lokal.  Peringatan ini bukan peringatan biasa karena dikeluarkan oleh lembaga internasional PBB. Mereka yang tinggal di kawasan Cincin Api Pasifik harus waspada.

Gempa bumi besar mengguncang Teluk Alaska pada dini hari Selasa (23/1). Gempa bumi berkekuatan sekitar 6 Skala Richter (SR) juga terjadi pada Rabu (24/1) siang di pulau Jawa dan letusan tiba-tiba Gunung Kusatsu-Shirane di Jepang menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 11 orang. 

Di Filipina, Gunung Mayon terus meletus, mengirimkan lahar dan asap tebal ke langit. Di kawasan Cincin Api Pasifik tempat lempeng tektonik bertemu, sering mengalami aktivitas seismik dan vulkano.

"Lebih dari setengah gunung aktif di dunia berada di atas permukaan laut yang melingkari Samudera Pasifik dan sekitar 90 persen gempa bumi terjadi di zona ini," ungkap pernyataan US Geological Survey.

Jepang menjadi salah satu negara dengan aktivitas seismik paling aktif di dunia. Pada Rabu (24/1),gempa bumi 6,2 SR mengguncang pulau Honshu, tidak jauh dari pulau Hokkaido.

Gunung-gunung di Indonesia juga mulai mengeluarkan awan panas dan asap sejak tahun lalu hingga sekarang.

Gunung Agung di Bali masih dalam kondisi waspada letusan besar dan terjadi beberapa letusan bulan ini, menurut juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui Twitter.
Sutopo menyatakan ada empat erupsi pada 23 Januari 2018. Semua diminta waspada meski aktivitas bandara normal.

Gunung Sinabung juga tiba-tiba aktif pada 2010 setelah tidur selama 400 tahun. Sinabung mengeluarkan debu vulkanik pada Desember tahun lalu.
Pada Mei 2016, letusan menewaskan tujuh orang dan pada Februari 2014 letusan menewaskan 16 orang. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A