Akurat Logo

Tak Seperti Lailatul Qadar, Mengapa Nisfu Syaban Tak Dirahasiakan Allah?

| 27 Februari 2023, 14:06 WIB
Tak Seperti Lailatul Qadar, Mengapa Nisfu Syaban Tak Dirahasiakan Allah?

AKURAT.CO, Sebagai seorang muslim tentu mengetahui tentang Nisfu Syaban.

Dalam penanggalan hijriah, waktu terjadinya Nisfu Syaban telah diketahui dengan jelas yakni pada pertengahan bulan Syaban atau malam tanggal 15 Syaban.

Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam yang memiliki banyak keistimewaan yang besar, ia termasuk ke dalam malam-malam yang mustajab untuk melantunkan doa kepada Allah. Karenanya, malam Nisfu Syaban menjadi malam yang ditunggu oleh umat Islam di seluruh dunia, seperti malam Lailatul Qadar.

Banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan Syaban, seperti perpindahan kiblat salat dari Baitul Maqdis di masjid Al-Aqsa Palestina berpindah ke arah Ka’bah di Masjid Al-Haram Makkah.

Malam Nisfu Syaban memiliki banyak nama yang disematkan atasnya, seperti malam pengampunan, malam munajat, malam keberkahan, dan masih banyak lagi. Sebutan-sebutan tersebut sejalan dengan pandangan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitabnya Ghunyah Al-Thalibin.

Walaupun memiliki keistimewaan yang besar, ternyata malam Nisfu Syakban berbeda dengan malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang memiliki berbagai macam keistimewaan yang agung.

Allah SWT merahasiakan kapan terjadinya malam  Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar dapat terjadi pada tanggal 21, 23, 25, 27, 29, atau mungkin di seluruh malam bulan Ramadan memiliki potensi terjadi Lailatul Qadar.

Yang pasti kapan terjadinya malam Lailatul Qadar merupakan bagian dari misteri Allah SWT.

Berbeda dengan malam Nisfu Syakban, Allah tidak merahasiakan waktu terjadinya. 

Mengapa malam Nisfu Syaban tidak dirahasiakan Allah SWT?

Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Kitabnya Ghunyah Al-Thalibin bahwa Lailatul Qadar dirahasiakan karena di dalam malam Lailatul Qadar banyak didominasi dengan rahmat dan ampunan. Dan akan diberikan kemuliaan serta pahala yang tak terhitung bagi orang-orang beriman yang menghidupkan malam Lailatul Qadar. Karena itu, kemudian Allah SWT merahasiakan malam Lailatul Qadar sehingga akan terlihat hamba-hamba yang konsisten untuk menjaga dan menjalankan ibadahnya dengan hamba yang beribadah pada waktu tertentu saja atau musiman.

Berikut ini bunyi dari pandangan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Ghunyah Al-Thalibin:

“Dikatakan, hikmah Allah memperlihatkan malam pembebasan (Nisfu Sya’ban) dan menyamarkan Lailatul Qadar adalah bahwa Lailatul Qadar merupakan malam kasih sayang, pengampunan, dan pemerdekaan dari neraka. Allah menyamarkan Lailatul Qadar agar para manusia tidak mengandalkannya."

Berbeda dengan malam Nisfu Syaban, meskipun kedua malam ini sama-sama dilimpahi rahmat Allah.

Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, pada malam Nisfu Syaban di dalamnya didominasi dengan penentuan nasib manusia. Karena di malam Nisfu Syaban, amal perbuatan manusia selama satu tahun akan dilaporkan kepada Allah.

Di malam tersebut manusia akan dihakimi oleh Allah SWT, apakah selama satu tahun dalam ujian manusia semakin mendekatkan diri kepada Allah atau menjauh dari Allah dan diperbudak dunia.  

Allah juga akan memutuskan apakah seorang hamba layak untuk mendapatkan ridhaNya atau azabNya. Oleh sebab itu, malam Nisfu Syaban tidak dirahasiakan Allah SWT. Syekh Abdul Qadir dalam kitabnya mengatakan:

“Dan Allah memperlihatkan malam pembebasan (Nisfu Sya’ban) karena ia adalah malam penghakiman dan pemutusan, malam kemurkaan dan keridhaan, malam penerimaan dan penolakan, malam peyampaian dan penolakan, malam kebahagiaan dan kecelakaan, malam kemuliaan dan pembersihan. Sebagian orang beruntung, sebagian yang lain dijauhkan dari rahmat-Nya, ada yang dibalas pahala, ada pula yang dihinakan, ada yang dimuliakan, ada pula yang dicegah dari rahmat-Nya, salah seorang didiamkan, salah seorang diberi pahala.”  

Wallahu ‘Alam.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.