Fraksi PSI DPRD Jakarta Sampaikan Laporan Kinerja Selama 2024: Tanggung Jawab Kami ke Masyarakat

AKURAT.CO Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, memaparkan laporan transparansi kinerja fraksi sebagai bagian dari tanggung jawab kepada masyarakat.
Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana, mengatakan laporan kinerja fraksi merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat dan kewajiban setiap fraksi yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.
"Setiap fraksi di DPRD DKI Jakarta itu harus melakukan publikasi kinerjanya kepada masyarakat. Inilah bagian dari tanggung jawab kami kepada masyarakat," kata William dalam acara pembacaan laporan kinerja Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Senin (24/3/2025).
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui kinerja Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta dan kontribusinya selama tahun 2024. Dia pun menyoroti, beberapa temuan terkait anggaran APBD DKI Jakarta seperti pengadaan lampu kristal untuk kantor gubernur yang dinilai tidak perlu.
Baca Juga: Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dalam Kasus Korupsi Pertamina, IPW Minta Evaluasi Kinerja Jampidsus
"Kami dari Komisi A waktu itu memutuskan untuk menghilangkan pengadaan lampu itu karena kami lihat belum ada uji kelayakan yang mumpuni dan kami masih melihat itu sebagai anggaran yang tidak perlu dianggarkan," ungkapnya.
Pihaknya juga turut mengevaluasi, kinerja pemerintahan Pramono Anung-Rano Karno yang baru berjalan beberapa bulan. William mengungkapkan apresiasinya, terhadap beberapa kebijakan positif yang telah dijalankan, salah satunya adalah penambahan penerima KJP.
"Saya kira hal-hal yang baik terus dilanjutkan. Misalnya penambahan penerima KJP itu menurut saya salah satu yang sangat baik," ujarnya.
Terakhir, partai yang identik dihuni anak-anak muda itu juga menyampaikan beberapa poin terkait kebijakan kenaikan tarif air. Menurutnya, kebijakan ini bertentangan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong warga tinggal di hunian vertikal.
"Kita ingin warga Jakarta tinggal di hunian vertikal tapi airnya mahal. Itu suatu hal yang kontradiktif," tutup William.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








