Pelanggan Transjakarta Keluhkan Potongan Saldo Tak Wajar, Dugaan Modus Sedot Uang Elektronik

AKURAT.CO Seorang pelanggan Transjakarta bernama Reza, menyampaikan keluhannya atas dugaan potongan saldo kartu uang elektronik yang dianggap tidak wajar. Kejadian tersebut dialaminya dua kali, masing-masing pada Jumat (3/1/2025) dan Jumat (10/1/2025).
Reza menuturkan, peristiwa pertama terjadi saat ia melakukan tap in di Halte Pancoran yang terintegrasi dengan Stasiun LRT Jabodebek. Saat itu, saldo kartu Flazz miliknya terpotong Rp14.000.
Satu pekan berselang, kasus serupa kembali terjadi tepatnya di Halte Matraman Baru pada pukul 22.16 WIB, dengan potongan nominal yang sama.
Baca Juga: DPRD DKI Apresiasi TransJakarta Raih Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca
"Setelah saya makan bubur ayam di sekitar Gang Kelor, saya lanjutkan perjalanan dengan tap in di Halte Matraman Baru. Saat menempelkan kartu, saldo saya langsung terpotong Rp14.000, ditambah tarif perjalanan Rp3.500 ke Halte Cawang BNN. Jadi total hari itu saya bayar Rp17.500," jelas Reza kepada wartawan, Selasa (14/1/2025).
Dia mempertanyakan, alasan di balik potongan Rp14.000 tersebut. "Apakah karena saya warga Bekasi, jadi dikenai tarif yang tidak disubsidi? Atau ini modus bayar dobel dari sistem Transjakarta?" ungkapnya.
Dia pun langsung melapor kepada petugas di halte tersebut. Setelah dicek menggunakan fitur NFC pada smartphone, terbukti saldo e-money miliknya memang terpotong sebesar Rp14.000. Petugas TransJakarta kemudian mengarahkan Reza untuk mengadukan masalah ini ke call center 1500 102 atau akun Twitter/X resmi @PT_Transjakarta.
Namun, meski telah melaporkan insiden ini dan mengunggah bukti potongan saldo, pihak TransJakarta belum memberikan solusi konkret. Hingga tiga hari setelah laporan dibuat, Morteza hanya menerima respons berupa janji pengecekan dari pihak terkait.
Dia menduga potongan serupa mungkin dialami oleh banyak pelanggan Transjakarta lainnya, namun belum banyak yang menyadarinya. Dia memperkirakan, jika ada 1.000 pelanggan per hari yang mengalami hal serupa, kerugian masyarakat bisa mencapai Rp14 juta sehari.
Reza juga menyoroti dugaan adanya kecurangan sistem atau pihak tertentu di balik potongan saldo tersebut. Jika terbukti benar, dia membuka kemungkinan untuk mengajukan gugatan class action terhadap Transjakarta.
Baca Juga: Tarif Transjakarta, MRT, dan LRT Hanya Rp1 Khusus Tahun Baru 2025: Ini Jadwal dan Rutenya!
"Besar harapan saya, Transjakarta segera memberikan klarifikasi dan mengembalikan uang yang diambil dari kartu elektronik para korban, termasuk saya. Jika ini benar kesalahan mereka, seharusnya ada permintaan maaf resmi di media sosial," tegas Reza.
Kasus pemotongan saldo Rp14.000 bukanlah hal baru. Mengutip pemberitaan sindonews.com, insiden serupa dilaporkan terjadi pada Mei 2024. Beberapa penumpang, termasuk Titus Diandra, mengalami pemotongan saldo di beberapa halte seperti Tanjung Duren dan JCC Senayan.
Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menduga ada unsur kesengajaan dalam kasus ini. Menurutnya, kejadian serupa yang terjadi berulang kali menunjukkan adanya potensi sistem yang bermasalah atau bahkan perilaku koruptif.
"Harus ada audit menyeluruh terhadap sistem pembayaran TransJakarta. Jangan sampai ini merugikan masyarakat dan negara," kata Trubus saat dihubungi, Selasa (14/1/2025).
Hingga berita ini ditulis, Transjakarta belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut. Berdasarkan laporan resmi per Juli 2024, Transjakarta melayani sekitar 1,3 juta penumpang per hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







