Viral Pemulung Cantik Asal Bandung, Sosok Aslinya Dibongkar Kang Dedi Mulyadi

AKURAT.CO Di balik wajahnya yang cantik, Tia Widianti (15) tak malu untuk mengais rezeki menjadi seorang pemulung mengumpulkan barang bekas di sekitaran Antapani dan Arcamanik, Kota Bandung.
Tia yang memiliki keterbatasan dalam daya tangkapnya itu berstatus sebagai pelajar SMP kelas 1 di SLB Sumbersari, Kota Bandung. Setiap hari sepulang sekolah ia membantu ayahnya mencari barang bekas untuk dijual kembali.
Selasa (14/3/2023) kemarin, anggota Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi berkunjung ke rumah Tia yang beralamat di Jalan Bunisari, RT 3 RW 7, Kelurahan Antapani Wetan, Kecamatan Antapani, Kota Bandung. Di sana ia bertemu dengan Tia dan ayahnya, Asep.
“Kalau kemarin di Subang saya bertemu kembar Dedi dan Dida, sekarang di Bandung ada Tia anak yang semangat,” ucap Kang Dedi.
Di rumah tersebut, Tia hanya tinggal berdua dengan ayahnya. Sementara ibunya pergi entah ke mana sejak Tia berusia dua tahun.
“Mamah nggak tahu ke mana, pergi dari rumah waktu Tia umur dua tahun, ditinggalin,” tutur Tia.
Sejak saat itulah Tia hanya dibesarkan oleh ayahnya. Dan sejak lulus SD, Tia mulai membantu ayahnya untuk mencari barang bekas berkeliling di sekitar rumahnya.
“Aku kasihan sama ayah jadi ikut ngerongsok,” katanya.
“Bukan ikut ngerongsok tapi ikut mencari barang bekas. Barang bekas itu bukan rongsok karena hari ini yang paling laku barang bekas mudah didapat adalah botol air mineral dan harganya relatif baik karena pabrik pengolahannya sangat membutuhkan bahkan itu sampai impor,” timpal Kang Dedi, biasa disapa, memberi semangat.
Menurut Asep, anaknya pernah bersekolah di sekolah umum. Hanya saja dari keterangan guru dan psikolog, Tia disarankan untuk pindah ke SLB karena dianggap memiliki daya tangkap yang kurang. Dan hingga kini Tia pun bersekolah di SLB.
“Tapi menurut saya Tia punya daya tangkap yang baik, bisa bantu orang tua, sangat sayang sama ayah, punya tanggung jawab, orang-orang yang ngaku pintar terkadang tidak punya tanggung jawab,” ujar Kang Dedi.
Kang Dedi pun memuji Tia karena selain bersih, tinggi dan cantik, ia merupakan anak yang baik dan bertanggung jawab. Hanya saja karena kurang perhatian sosok ibu maka Tia kurang peka terhadap kebersihan lingkungan, terutama di dalam rumahnya.
“Ini sekarang saya ketemu dengan srikandi dari Kota Bandung. Tetapi, Tia harus mulai belajar beresin lingkungan, peka terhadap lingkungan,” pesan Kang Dedi.
Selain penyayang dan bertanggung jawab, Tia juga dipuji Kang Dedi karena pandai menabung. Setiap hari hasil menjual barang bekas uang disimpan di celengan dan rencananya baru dibuka menjelang lebaran nanti.
Tia yang semula merasa malu untuk mencari barang bekas, kini percaya diri. Bahkan ia bercita-cita setelah lulus SMP ingin melanjutkan SMA, kuliah dan kerja mandiri.
“Tia ingin bantu ayah, ayah kan jadi tukang parkir juga. Uang dikumpulin ke celengan, kalau uang baru dipisah sama Tia. Nanti sudah SMP mau SMA terus kuliah, terus kerja. Awalnya cari barang bekas malu tapi sekarang tidak,” ungkap Tia.
“Tidak usah malu karena mencari barang bekas itu bagian dari menjaga lingkungan, lingkungan jadi bersih, jadi nilai ekonomi, kalau tidak ada yang mungutin kotor kan Kota Bandung-nya,” kata Kang Dedi menyemangati lagi.
Saat melihat celengan Tia, Kang Dedi memasukkan sejumlah uang pecahan seratus ribuan ke dalamnya. Tia pun terlihat bahagia karena isi celengannya bertambah berkali lipat.
Tidak hanya itu Kang Dedi juga mengajak Tia dan ayahnya untuk berbelanja berbagai kebutuhan sekolah dan bahan pokok untuk di rumah. Selain itu Kang Dedi juga memberikan sejumlah uang kepada keluarga tersebut sebagai bekal ke depan.
“Dari sisi aspek pribadi Tia pekerja keras hanya saja kurang diajari sejak kecil untuk menjaga kebersihan karena ibunya tidak ada. Sebenarnya Tia sosok pribadi yang sangat baik dan perhatian,” pungkas mantan bupati Purwakarta tersebut. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini




