Akurat Logo

Deretan Fakta Proyek Kereta Gantung Rinjani, Amdal Harus Dikaji dengan Serius dan Mendalam

| 20 Juni 2022, 16:33 WIB
Deretan Fakta Proyek Kereta Gantung Rinjani, Amdal Harus Dikaji dengan Serius dan Mendalam

AKURAT.CO Wacana mengenai pembangunan kereta gantung  Rinjani tampaknya akan segera terrealisasi. Proyek tersebut juga telah mengantongi izin dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Pusat. 

Meski menjadi kabar baik bagi masyarakat, namun proyek pembangunan kereta gantung tersebut sempat menuai pro dan kontra. 

Gunung Rinjani merupakan gunung berapi kedua tertinggi dengan ketinggian 3.726 mdpl dan berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Berikut sederet fakta mengenai proyek pembangunan kereta gantung Gunung Rinjani yang berhasil dihimpun Akurat.co dari berbagai sumber. 

1. Amdal harus dikaji secara mendalam 

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) wilayah Nusa Tenggara Barat menyarankan Pemerintah Provinsi NTB untuk mengkaji analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dengan mendalam. Hal tersebut diungkap oleh Dewan Nasional WALHI untuk wilayah NTB Dwi Sudarsono. 

"Jadi harus jeli komisi Amdal-nya, jangan sampai kebobolan. Kita harus sama-sama ini kawasan hutan, kami minta lebih hati-hati mengkaji dampak lingkungannya dan harus lebih ketat," kata Dwi. 

Dwi juga mengatakan jika lokasi proyek pembangunan kereta gantung Rinjani ini sulit dan merusak ekologi. 

"Coba kita lihat kereta gantung di negara Swiss misalnya, gunung mereka kan bersalju, kemudian keras. Kita yang ada di Rinjani berbeda, ini kawasan hutan, agak susah nanti membongkar untuk lokasi pembuatan tower kereta," tegasnya. 

Pembangunan tower tersebut nantinya akan berdampak pada pembongkaran dan untuk mengeraskannya harus menggunakan semen.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Mohammad Rum mengatakan jika proyek kereta gantung telah mendapatkan izin sesuai DED yang diajukan oleh investor Tiongkok dan PT Indonesia Lombok Resort. 

"Mereka sudah dapat izin. DED (Detail Engineering Design) sudah masuk ke Pemda NTB," ujar Rum. 

2. Dana dari investor Tiongkok

Proyek yang nantinya akan dibiayai oleh investor asal Tiongkok bersama PT Indonesia Lombok Resort itu digadang-gadang menelan biaya awal pembuatannya sebesar Rp 600 miliar.

Rum juga mengatakan jika kajian Feasibility Study juga sudah dalam tahap pembahasan di Pemda NTB. 

"Kita optimis ya, Amdal itu lolos. Karena saat ini investor dari Tiongkok akan mengirim uang sebesar Rp 600 miliar melalui Duta Besar (Dubes) Tiongkok di Jakarta," ujar Rum. 

3. Jadi kereta gantung terpanjang di dunia 

Kereta gantung Rinjani ini nantinya akan menjadi wahana wisata baru yang bisa dinikmati masyarakat. Keindahan alam Gunung Rinjani akan nampak dari atas kereta gantung. 

Pembangunan kereta gantung tersebut memang tidak di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melainkan di luar kawasan TNGR dan berada di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan di blok pemanfaatan kasa wisata pada kawasan taman hutan raya (tahura). 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, H Madani Mukarom menyatakan bahwa kereta gantung Rinjani akan menjadi kereta gantung terpanjang di dunia. 

"Panjang kurang lebih 10 km, dan menjadi kereta gantung terpanjang di dunia," ujar Madani. 

Itu dia beberapa fakta mengenai proyek kereta gantung Rinjani.  []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Editor
Mukodah