5 Fakta dan Prestasi Ipuk Fiestiandani, Perempuan Kedua yang Jadi Bupati Banyuwangi

AKURAT.CO, Ipuk Fiestiandani merupakan bupati Banyuwangi yang terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada tahun 2020 lalu. Bersama wakilnya, Sugirah, ia memenangkan Pilkada dengan perolehan suara sebanyak 438.847 suara atau (52,4 persen).
Ipuk dan Sugirah pun kemudian dilantik sebagai Bupati Banyuwangi, pada 26 Februari 2021 lalu. Atas terpilihnya Ipuk, ia pun tercatat sebagai Bupati perempuan Banyuwangi kedua, setelah Ratna Ani Lestari yang memimpin Banyuwangi pada tahun 2005-2010.
Seperti apa sosok Ipuk Fiestiandani? Berikut beberapa fakta penting dan prestasinya selama ini.
1. Biografi singkat Ipuk Fiestiandani
Ipuk Fiestiandani merupakan putri dari Slamet Sutojo. Ia lahir di Magelang Jawa Tengah, pada 10 September 1974. Kehidupan Ipuk di Magelang pun tidak berlangsung lama, di masa kecilnya, ia kemudian pindah ke Jakarta.
2. Riwayat pendidikan Ipuk Fiestiandani
Usai pindah ke Jakarta, Ipuk kemudian mulai masuk ke sekolah taman kanak-kanak di TK Patra II. Ipuk kemudian melanjutkan pendidikannya ke SDN Cempaka Putih Barat II Pagi, dan lulus pada tahun 1986.
Usai lulus dari SDN Cempaka Putih Barat II Pagi, Ipuk kemudian melanjutkan ke SMPN 2016 Jakarta. Di jenjang tingkat atas, Ipuk melanjutkan ke SMAN 68 Jakarta, dan lulus pada tahun 1992.
Untuk jenjang sarjana, Ipuk merupakan lulusan dari perguruan tinggi IKIP Jakarta, dan lulus pada tahun 1999. Ia juga pernah mengikuti kursus pelayanan umum di Korea Selatan, Amerika Serikat, serta Eropa.
3. Istri mantan Bupati Banyuwangi Azwar Anas
Ipuk Fiestiandani merupakan istri dari mantan bupati Banyuwangi sebelumnya, Abdullah Azwar Anas. Sang suami, Azwar Anas, merupakan Bupati Banyuwangi periode 2015-2020.
4. Riwayat pekerjaan Ipuk Fiestiandani
Menjadi seorang istri bupati, merupakan bekal tersendiri bagi Ipuk untuk maju menjadi bupati Banyuwangi. Beberapa jabatan penting pun sempat ia duduki, seperti Ketua Tim PKK, anggota Dewan Penasehat Dharma Wanita Persatuan, Ketua Yayasan Bunda PAUD Banyuwangi, serta Penasehat Gabungan Organisasi Wanita Banyuwangi.
Tidak hanya itu, Ipuk juga pernah menjabat sebagai Penasehat Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia cabang Banyuwangi, Penasehat Ikatan Wanita Pengusaha Banyuwangi, dan Ketua Forum Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Banyuwangi.
5. Prestasi Ipuk Fiestiandani
Salah satu prestasi yang cukup membanggakan dari Ipuk Fiestiandani ialah, ia sempat mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN, pada tahun 2016.
Penghargaan Manggala Karya Kencana sendiri merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat melalui BKKBN RI, kepada sosok yang dinilai memiliki dedikasi tinggi terhadap program Keluarga Berencana (KB).
Tokoh wanita Jawa Timur lainnya yang mendapat penghargaan ini ialah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada tahun 2021 lalu.
Itu dia beberapa fakta dan prestasi dari Gubernur Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Bisa menjadi inspirasi kaum wanita nih! []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur Bantah Tarik Ratusan Miliar dalam Kasus Kuota Haji
- 10Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan



