Perjelas Alokasi Program, Melalui Pendataan Lahan Berbasis Geospasial

AKURAT.CO Teknologi Big Data Spasial dan kecerdasan buatan (AI) merupakan teknologi diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini harus benar-benar dipahami oleh Penyuluh Pertanian di era informasi yang semuanya serba cepat.
Kebijakan satu peta (one map policy) merupakan salah satu implementasi dari kedua teknologi tersebut yang menjadi fondasi bagi pembangunan Indonesia. Manajemen data spasial juga diperlukan untuk mitigasi kebencanaan hingga pembangunan wilayah. Hal tersebut telah dipertajam oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dengan program Pemetaan lahan pertanian berbasis Spasial/Poligon.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan bahwa mengurus pertanian bukan hanya sebuah profesi tapi juga tanggung jawab yang harus dipikul dengan jumlah penduduk yang sangat banyak yang harus dijaga makannya.
“Tidak ada data-data fiktif, kita berbuat untuk kepentingan rakyat dan bangsa, jangan ada hal hal yang dapat merugikan rakyat dan bangsa ini," tegas Mentan SYL.
Pada acara Ngobrol Asik (Ngobras) Volume 12, Jumat (15/6/2021), Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa dengan adanya data parsial maka program Kementerian Pertanian akan lebih jelas dan memudahkan alokasi program-program Kementan.
“Program Kementan harus berdasarkan data, bukan hanya data tabular tapi data sparsial”, jelas Dedi.
Sementara Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi selaku Narasumber Ngobras, menjelaskan bahwa data yang ada di SIMLUHTAN setiap kelompok tani sudah lengkap berupa data-data tabular, akan lebih sempurna jika dilengkapi dengan data spasial. Sehingga lahan yang diberikan bantuan dapat terlihat dengan jelas letaknya.
“Diharapkan setiap penyuluh dapat melakukan pemetaan poligon bagi kelompok tani binaannya”, jelas Suwandi.
“Selain itu, entry data membuat poligon dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi baru yaitu ereporting dalam radius 25 km, tidak perlu berada di atas lahannya”, ungkap Suwandi lagi.
Suwandi juga menjelaskan, bahwa login aplikasi ereporting dapat masuk berdasarkan kecamatan. Sehingga nantinya akan terintegrasi dengan SIMLUHTAN dengan passwordnya yang sama dengan SIMLUHTAN. Namun untuk saat ini masih sama passwordnya yaitu 123456.
Pada aplikasi ini tidak perlu memasukan alamat lengkap lahan karena sudah terintegrasi dengan SIMLUHTAN. Hanya perlu mempersiapkan foto open camera, mengetahui lokasi lahan dan melakukan digitasi titik poligon.
“Di akhir acara Suwandi menegaskan bahwa saat ini kita tidak perlu mengelilingi lahan lagi. Namun hanya perlu melakukan foto lahan dari satu titik menggunakan foto open camera dan ukurannya tidak boleh lebih dari 2 mp”.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




