Akurat Logo

Gending Gajah Seno, Banjir Air Mata Pesinden, dan Perginya Sang Dalang Kondang

Ariswan | 4 November 2020, 15:35 WIB
Gending Gajah Seno, Banjir Air Mata Pesinden, dan Perginya Sang Dalang Kondang

AKURAT.CO, Sebelas pesinden personel Wargo Laras susah payah membendung tangis seiring dilantunkannya Gending Gajah Seno. Ladrang dimainkan sebagai penghormatan terakhir bagi dalang kondang Ki Seno Nugroho yang wafat, Selasa (3/11/2020).

Ladrang Gajah Seno jadi pengiring kala jenazah Ki Seno Nugroho diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhirnya, dari rumah duka di Gayam, Argosari, Sedayu, Bantul, Rabu (4/11/2020).

Suara siter, kempul, kenong, bonang, dan instrumen gamelan lain mengalun tenang dalam irama. Begitu pula para pesinden meski harus sering menyeka air mata.

Seketika, suasana berubah emosional kala peti pengangkut jenazah Ki Seno dibawa menuju ambulans. Tangis para pesinden dan wiyaga pecah, permainan gending pun bubar. Bak virus, tangisan 'menular' ke para pelayat lainnya. Para anggota keluarga tampak sangat terpukul.

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Gunawan Widagdo, manajer dari Ki Seno menyebut Gending Gajah Seno dimainkan sebagai permintaan dari almarhum. Ki Seno pernah meminta ladrang tersebut ditampilkan di hari kepergiannya.

"Pak Seno waktu mayang (menampilkan pertunjukkan wayang) ada suatu iringan pernah bilang ke sinden dan wiyaga, nanti kalau saya tidak ada tolong diirimgi dengan iringan ini," kata Gunawan di rumah duka, Rabu.

Dia mengaku kurang paham dasar permintaan tersebut yang disampaikan kepada para anggota Wargo Laras beberapa tahun silam.

"Yang buat itu Joko Porong," tutupnya.

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Sementara Joko Porong sendiri juga tak mengetahui alasan Ki Seno memilih gending ciptaannya sebagai pengiring kepergiannya. Sang komposer cuma menyebut Ladrang Gajah Seno diaransemen sebagai pengisi waktu saat Ki Seno istirahat di tengah pentasnya.

"Nama (Gajah Seno) itu tidak tekait dengan Seno karena dibuat 2-3 tahun lalu, karena Ki Seno Nugroho ingin membuat inovasi-inovasi gending di dalam kebutuhan pakelirannya," ujar Joko.

"Dia hanya request tolong buatkan gending yang bisa buat saya istirahat. Akhirnya saya buat gending, sebenarnya berangkat dari suluknya (lagu vokal) dalang, tapi saya bawakan dengan gending agar dia diam, istirahat," sambung dia.

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Jenazah almarhum sesuai rencana dimakamkan di Makam Semaki Gede Yogyakarta, Rabu siang. Ia dikebumikan di lokasi pemakaman keluarga.

Ki Seno Nugroho dikenal luas sebagai dalang yang memadukan gagrak Yogyakarta-Surakarta. Kepiawaian dan prestasinya di dunia pedalangan mengantarkan namanya hingga ke Benua Eropa.

Nama Seno juga populer lewat wayang climen yang ia tampilkan lewat channel YouTube miliknya sejak pertengahan tahun lalu. Bukti bahwa pandemi COVID-19 yang membatasi pertunjukan kesenian bukan halangan bagi pria kelahiran Yogyakarta, 23 Agustus 1972 ini.

Tatin Lestari Handayani (34) merupakan salah seorang pesinden Wargo Laras. Berat bagi dia melepas kepergian Ki Seno Nugroho untuk selama-lamanya.

Dia tak pernah menyangka pertemuannya dengan almarhum sewaktu pertunjukan wayang climen tanggal 1 November 2020 adalah yang terakhir. Tatin melihat Ki Seno masih sehat walafiat.

Tatin rindu momen-momen ketika sang dalang mengerjainya di kala manggung. Ia terdiam sejenak bak tenggelam dalam lautan kenangan.

"Walaupun saya sering diunek-unekke, diece (dikata-katai, diledek saat pentas), itu suatu kebanggaan bagi saya. Saya kangen dengan beliau, sekarang sudah nggak ada lagi," kata Tatin sambil sesenggukan berurai air mata.

Maklum, sudah sejak 2009 Tatin ikut Ki Seno. Almarhum sudah seperti sosok ayah. Tak ada kata yang pas baginya untuk menggambarkan rasa terima kasih karena telah menjadikannya seperti sekarang ini.

"Semuanya, aku belajar dari beliau tentang apapun, tentang di panggung, gojekan panggung, tentang apapun. Dan saya bisa seperti ini karena beliau," tutupnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ariswan
D