Waduh! Gubernur Edy Rahmayadi Temukan Beras Bau Apek Saat Sidak di Pasar Tradisional Pusat Pasar Kota Medan

AKURAT.CO, Inspeksi mendadak (sidak) pasar tradisional di Pusat Pasar Kota Medan yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bersama Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, menemukan beras Bulog yang bau apek, Rabu (4/12/2019).
Peristiwa itu bermula saat Edy Rahmayadi bersama rombongan menyidak harga beras di salah satu pedagang beras di Pusat Pasar dan menemukan adanya beras Bulog kemasan 50 kilogram. Edy memint pedagang tersebut membuka beras tersebut untuk melihat kualitas beras yang beredar di pasaran.
"Kok begini warnanya, ha bau apek ini. Gimana ini, udah tarik ajalah," kata Edy.
Beberapa dari rombongan, termasuk Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga juga mencium dan mengatakan jika beras tersebut benar bau apek. Bahkan Edy sempat menanyakan dari mana pedagang tersebut mendapatkan beras tersebut.
"Tadi pas dibuka ternyata udah mulai bau. Saya beli enggak banyak, paling yang 50 kilogram dua goni dan sama yang lima kilogram paling banyak 10 goni," kata pedagang beras, Achun di Pusat Pasar.
Menurut Achun, beras Bulog tersebut dibelinya dari distributor. Beras tersebut dibelinya baru seminggu yang lalu.
Untuk perkilogramnya, Achun menjual beras Bulog dengan harga Rp 9.500 setiap kilogram. Dirinya juga mengakui untuk harga beras saat ini masih stabil dan belum ada kenaikan.
Menanggapi adanya temuan beras Bulog yang bau apek di pasaran, Edy menyatakan jika hal tersebut nantinya akan diselesaikan. Dirinya berharap hal tersebut hanya kesalahan saat penyimpanan sebelum didistribusikan.
"Tadi ada kita temukan ada beras yang sudah bau apek, tapi itu nanti segera kita selesaikan, mungkin dia naroknya entah dimana sehingga jadi bau apek. Tapi untuk harga masih stabil," ujarnya.
Setelah melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok bersama, Gubernur Edy Rahmayadi bersama Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga dan rombongan langsung menuju gudang beras Wilayah Perum Bulog Sumut. Didalam gudang penyimpanan, Gubernur Edy kembali menemukan beberapa karung beras yang bau apek.
Bukan hanya satu karung, namun ada lebih dari satu karung beras di gudang Bulog tersebut mengalami hal yang sama. Edy Rahmayadi mempertanyakan hal tersebut mengapa bisa terjadi.
"Ini sama dengan yang dijual di pasaran. Anda udah menciumnya, berarti anda tahu," ketus Edy.
Saat ditanya tanggapannya terkait temuan adanya beras yang bau apek, Edy enggan memberikan penilaian. Menurutnya sidak yang dilakukan merupakan langkah untuk melakukan evaluasi. Bahkan Edy berharap agar hal tersebut tidak dijadikan polemik sehingga masyarakat enggan membeli beras.
"Tidak mengecewakan lah ya, ini sedang dalam rangka mengevaluasi. Tolong jangan dijadikan polemik, nanti rakyat semakin tidak mau beli beras kan repot kita," kata gubernur Edy.
Dikatakan Edy, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan mencari jalan terbaik, sebab Bulog merupakan milik bersama. Oelh sebab itu perlu adanya pengecekan agar dijadikan evaluasi yang akan dibawa oleh Direktu Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Sementara untuk beras berbau apek yang sudah terpasarkan, Edy mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu, sebab hal tersebut merupakan ranah Bulog pusat dan Bulog Sumatera Utara.
"Nanti kita evaluasi dulu, bagaimananya nanti itu pak Dirjen PKTN. Karena ini hubungan pusat, antara Bulog pusat dengan pemerintah," ungkapnya.
"Saya selaku gubernur Sumut tak mau saya rakyat saya sakit, kecewa. Makanya saya, tapi saya juga tidak bisa semena-mena menghardik, memutuskan. Sebab ini kan harus secara intelektual, ilmiah, makanya harus melalui laboratorium," beber Edy.
Edy menyebut, untuk stok beras yang ada di gudang Bulog Sumut ada sebanyak 53 ribu ton dan belum termasuk yang sudah beredar di pasaran. Sementara untuk kebutuhan beras Sumatera Utara sbesar 21 ribu ton dalam waktu dekat.
Menyikapi adanya temuan beras bau apek, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Very Anggrijono mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Bulog Pusat dan Bulog Daerah setempat. Hasilnya nanti akan ditindaklanjuti oleh pihaknya.
"Kita memastikan kondisi dilapangan ini, hasil temuan akan kita koordinasikan dengan Bulog. Baik Bulog Pusat maupun Bulog Daerah. Kita tidak bisa menilai dulu, harus kita uji dulu di laboratorium, apakah masih baik untuk dikonsumsi atau tidak," ujarnya.
Saat ditanya apakah beras yang bau apek tersebut termasuk bagian beras Bulog yang akan didisposal, Very enggan menanggapi dan mengatakan akan menunggu penjelasan resmi dari pihak Bulog.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Arwakudin Widiarso mengatakan untuk beras yang akan didisposal tidak termasuk di Sumut. Menurutnya, beras Bulog yang bau apek merupakan beras yang datang di akhir tahun 2018 dan berasal dari Thailand dan India.
"Nanti kan ada evaluasi salah satunya dari Kementerian Perdagangan. Tapi kan secara visual beras yang tadi masih cukup bagus, karena saat dibeli kan kondisi cukup bagus. Namun memang persoalan umur simpan," kata Arwakudin Widiarso.
Dilanjutkan Arwakudin, tidak semua beras yang berbau apek, untuk beras premium merupakan barang baru semua. Termasuk kemasan lima dan 10 Kilogram. Sedangkan untuk beras yang datang pada akhir 2018, ada sekitar 20 ribu ton, dan kondisinya sebagian besar masih lumayan bagus.
"Untuk premium itu rata-rata dua sampai tiga bulan masa simpannya. Yang mulai bau, sebagian itu enggak semua, itu akhir 2018. Biasanya nanti akan dilakukan uji laboratorium," pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan


