Akurat Logo

Perombakan Pengurus DPD Golkar Sumut oleh Ahmad Doli Kurnia Menuai Protes

Rahmat Hidayat | 12 Oktober 2018, 19:11 WIB
Perombakan Pengurus DPD Golkar Sumut oleh Ahmad Doli Kurnia Menuai Protes

AKURAT.CO, Perombakan pengurus DPD Partai Golkar Sumatera oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumatera Utara Ahmad Doli Kurnia ternyata menuai protes.

Protes itu diantaranya datang dari Sahlul Umur Situmeang yang  sebelumnya menjabat Ketua Kordinator Bidang Kajian Strategis dan SDM Golkar Sumut.

Sahlul menilai, upaya revitalisasi itu justru menjadikan partai berlambang beringin ini makin tak solid. Plt Ketua Golkar Sumut dituding telah membuat perpecahan yang nyata di tubuh Golkar Sumut. 

"Ini preseden buruk bagi Golkar menjelang Pemilu 2019," kata Sahlul, Jumat (12/10).

Diungkap, proses revitalisasi seharusnya dibahas dalam struktur yang melibatkan unsur internal. Tapi pada revitalisasi Rabu (10/10), menurut Sahlul tidak ada pembahasan yang melibatkan unsur pimpinan Golkar Sumut.

"Saya tak pernah mendapat kabar ataupun diundang soal revitalisasi. Setelah revitalisasi, nama saya terbuang dan tak masuk dalam pengurusan," kata dia.

Disebutkan, selain dirinya ada beberapa nama lain yang sebelumnya menjadi pengurus. Di antaranya kader senior Golkar di Sumut Syahrul M Pasaribu yang juga menjabat Bupati Tapsel. Syahrul sebelumnya menjabat Ketua Kordinator Kepartaian Golkar Sumut. Ada juga dan Akbar Himawan Buchari, yang sebelumnya menjabat bendahara Golkar Sumut.

"Saya dan pak Syahrul merupakan pengurus dari Musda yang sah. Namun dibuang begitu saja," bebernya.

Menurut politisi asal Kota Sibolga ini, apa yang dilakukan Ahmad Doli adalah pembunuhan karakter dan pendzaliman. 

"Apalagi saya Caleg DPRD Sumut Golkar nomor urut 1," tukasnya.

Kondisi ini, sambung Sahlul justeru membuat perpecahan di tubuh Golkar Sumut. Revitalisasi menurut dia seharusnya menjadi agenda penyegaran, bukan malah menimbulkan perpecahan dan kehancuran. 

"Doli Kurnia malah buat Golkar Sumut hancur. Ingat, ini menjelang Pemilu. Situasi ini akan merugikan Partai Golkar hanya karena kepentingan dua tiga orang," katanya.

Mantan Ketua DPRD Sibolga ini menilai, ada sebuah paradoks dari apa yang dilakukan Ahmad Doli Kurnia. Misalnya kampanye bahwa Golkar bersih yang ternyata berbanding terbalik.

"Kenyataan sebaliknya karena tidak transparan dan terkesan menutup-nutupi proses revitalisasi," bebernya.

Sahlul juga mengaku heran, revitalisasi yang tak pernah dibahas unsur pimpinan itu malah disetujui oleh DPP Golkar. Karena itu ia berharap agar DPP kembali mempertimbangan persetujuan itu.

"DPP Partai Golkar harus membatalkan SK Revitalisasi tersebut. Saya tegaskan sekali lagi, ini kerugian bagi Partai Golkar karena berpengaruh bagi suara," katanya menuntut.

Diketahui, revitalisasi Partai Golkar Sumut menghasilkan Ahmad Doli Kurnia sebagai Plt Ketua, Yasir Ridho Loebis sebagai Ketua Harian, Riza Fakhrumi Tahir sebagai Sekretaris dan Viktor Silaen sebagai Bendahara.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.