Agar Tak Punah, SMP Swasta di Tapteng Buka Kelas Khusus Bahasa Pesisir

AKURAT.CO, Bahasa pesisir di pantai barat Sumatera Utara khususnya di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah menjadi bahasa pengantar di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Meski tergolong masih bertahan dan dipergunakan sehari-hari, eksistensi bahasa ini kian meredup, terutama di kalangan pelajar dan anak-anak muda. Keberadaannya terancam punah jika tidak dijaga.
Di tengah keterancaman itu SMP swasta Al-Muslimin Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, menginisiasi membuka kelas ekstrakurikuler yang menghadirkan mata pelajaran Bahasa Pesisir.
“Kita angkat kerarifan lokal, selama ini anak-anak menganggap bisa kan, mengerti (bahasa Pesisir-red) ternyata setelah ditelusuri, mereka malah lebih cinta dengan budaya barat, Korea,” tutur Kepsek SMP swasta Al-Muslimin Pandan, Siti Nuraisyah ditemui Akurat.co, Rabu (10/10) di ruangannya.
Siti mengatakan, kelas ekstrakurikuler bahasa pesisir ini sudah diawali sejak pekan lalu dengan mengangkat budayawan pesisir sekaligus pemerhati, Syafriwal Marbun sebagai guru. Kelas tersebut diperuntukkan bagi pelajar kelas 7 dan kelas 8. Kelas ini dibuka setiap Jumat dan Sabtu.
“Per kelas 80 menit atau 2 jam pelajaran, sehari untuk dua kelas. Sebulan dia mendapatkan dua kali pertemuan dengan kelas bahasa pesisir,” ujar Siti.
Menurut Siti, menguatkan kembali kebudayaan pesisir juga dilakukan dengan beberapa kegiatan lain. Misalnya dengan lomba kuliner khas pesisir yang sudah dilakukan bulan September lalu.
“Lomba masak Panggang Pacak dan gulai ikan. Dan di luar dugaan, luar biasa antusiasme anak-anak pelajar sangat tinggi,” kata Siti.
Pengenalan kuliner ini akan diteruskan dengan menggelar lomba memasak penganan dengan bahan sagu khas pesisir. Syafriwal Marbun yang menjadi guru bahasa pesisir tersebut juga akan dilibatkan sebagai mentor.
“Insya Allah, akan diajari juga sama pak Syafriwal sebagai budayawan dan pemerhati budaya pesisir. Mulai dari proses hingga hasilnya,” ujar Siti.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga sedang merancang sebuah kegiatan bernilai kebudayaan pesisir, yakni pesta Oi Dusanak. Kegiatan ini menurut Siti akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Tidak saja akademik, tidak saja bahasa tapi budaya pesisirnya, tata kehidupan, tata sopan santun dengan sejawat atau dengan orangtua. Siapa lagi yang mau melestarikan kalau bukan kita?” kata Siti.
Sementara, budayawan dan pemerhati budaya pesisir, Syafriwal Marbun yang dipercaya menjadi guru mengaku mengapresiasi pihak sekolah membuka pelajaran ekstrakurikuler bahasa pesisir ini. Dia berharap, apa yang dilakukan SMP swasta Al-Muslimin Pandan, dapat menular ke sekolah-sekolah lain.
“Kita bangga, karena dengan ini budaya pesisir yang mulai hilang itu akan kembali terangkat,” kata Syafriwal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi


