Akurat Logo

Inikah Sebab Kematian Jutaan Ikan Mas dan Nila di Danau Toba

Khaerul S | 24 Agustus 2018, 17:34 WIB
Inikah Sebab Kematian Jutaan Ikan Mas dan Nila di Danau Toba

AKURAT.CO Jutaan ikan di keramba jaring apung Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara, mati sejak sepekan terakhir. Para pengusaha merugi miliaran rupiah.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan kematian jutaan ikan diduga disebabkan perubahan suhu air permukaan danau. Menurut Rapidin perubahan suhu memicu kurangnya kandungan oksigen di dalam air.

"Penyebab lain akibat tingginya kepadatan populasi ikan dalam kotak KJA hal ini sangat mengganggu sirkulasi oksigen yg mengakibatkan kurangnya pasokan oksigen dan menyebabkan kematian ikan," kata Rapidin, Jumat (24/8).

Rapidin mengatakan faktor lain kematian ikan-ikan itu dikarenakan lokasi keramba yang terlalu dangkal diakibatkan surutnya air Danau Toba.

Rapidin mengungkapkan bahwa saat ini tindakan yang dilakukan oleh Pemkab Samosir adalah melakukan evakuasi ikan yg mati dari KJA dan mengubur di darat dengan menggunakan alat berat (escavator).

"Saat ini Dinas Pertanian telah membawa sample berupa ikan, air dan pakan untuk diteliti di laboratorium Medan untuk memastikan secara ilmiah apa penyebab kematian ikan tersebut," katanya.

Dia mengimbau agar masyarakat pemilik KJA mengosongkan kerambanya minimal dua bulan. Pencucian jaring menurut dia juga dibutuhkan agar situasi keramba dapat normal kembali.

Ikan-ikan keramba di perairan Danau Toba mulai terlihat mulai lemas pada Senin (20/8) kemarin. Pada Selasa (21/8) para petani keramba itu telah memberikan oksigen kepada ikan-ikan. Namun, pada Rabu (22/8) pagi ikan di keramba sudah mati dan mengapung.

"Ikan yang mati diperkirakan sebanyak 180 ton yang terdiri dari ikan mas dan ikan nila. Dan kerugian akibat matinya jutaan ikan tersebut ditaksir miliaran rupiah," kata Bupati Rapidin. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A