Inikah Sebab Kematian Jutaan Ikan Mas dan Nila di Danau Toba

AKURAT.CO Jutaan ikan di keramba jaring apung Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara, mati sejak sepekan terakhir. Para pengusaha merugi miliaran rupiah.
Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan kematian jutaan ikan diduga disebabkan perubahan suhu air permukaan danau. Menurut Rapidin perubahan suhu memicu kurangnya kandungan oksigen di dalam air.
"Penyebab lain akibat tingginya kepadatan populasi ikan dalam kotak KJA hal ini sangat mengganggu sirkulasi oksigen yg mengakibatkan kurangnya pasokan oksigen dan menyebabkan kematian ikan," kata Rapidin, Jumat (24/8).
Rapidin mengatakan faktor lain kematian ikan-ikan itu dikarenakan lokasi keramba yang terlalu dangkal diakibatkan surutnya air Danau Toba.
Rapidin mengungkapkan bahwa saat ini tindakan yang dilakukan oleh Pemkab Samosir adalah melakukan evakuasi ikan yg mati dari KJA dan mengubur di darat dengan menggunakan alat berat (escavator).
"Saat ini Dinas Pertanian telah membawa sample berupa ikan, air dan pakan untuk diteliti di laboratorium Medan untuk memastikan secara ilmiah apa penyebab kematian ikan tersebut," katanya.
Dia mengimbau agar masyarakat pemilik KJA mengosongkan kerambanya minimal dua bulan. Pencucian jaring menurut dia juga dibutuhkan agar situasi keramba dapat normal kembali.
Ikan-ikan keramba di perairan Danau Toba mulai terlihat mulai lemas pada Senin (20/8) kemarin. Pada Selasa (21/8) para petani keramba itu telah memberikan oksigen kepada ikan-ikan. Namun, pada Rabu (22/8) pagi ikan di keramba sudah mati dan mengapung.
"Ikan yang mati diperkirakan sebanyak 180 ton yang terdiri dari ikan mas dan ikan nila. Dan kerugian akibat matinya jutaan ikan tersebut ditaksir miliaran rupiah," kata Bupati Rapidin. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK


