Akurat Logo

Diduga Tercemar, Ribuan Ikan Mati

Khaerul S | 30 September 2017, 16:48 WIB
Diduga Tercemar, Ribuan Ikan Mati

AKURAT.CO, Sungai Opak Yogyakarta diduga tercemar limbah pabrik. Pasalnya ikan yang ada di sungai mati karena keracunan limbah. Warga Dusun Ngablak, Sitimulyo, Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul dan sekitarnya dengan mudah memanennya.

Sudito (45), warga setempat mengungkapkan, jumlah ikan yang mati mengambang ribuan ekor. Ikan itu mulai mengambang sejak dini hari. "Warga pun ramai-ramai menangkap ikan dengan mudah," katanya, 
Sabtu (30/9).

Dito tidak mengetahui pasti mengapa ribuan ikan di Sungai Opak mati. Dia hanya menduga karena keracunan limbah pabrik. Selain itu, bisa juga disebabkan karena lembah dari Tempat Pembuangan Sampah
Terpadu (TPST) Piyungan.

Dia mendapati ribuan ikan mati mengambang di sungai itu baru kali ini. Sebelunya biasa saja. "Baru kali ini ikan-ikan itu mati mengambang. Mungkin karena limbah yang masuk sungai besar," katanya.

Setro, 40, warga lainnya menduga pencemaran limbah melalui saluran air dari sungai kecil yang berhilir di Sungai Opak. Selama ini aliran sungai kecil tersebut digunakan mengalirkan limbah rumah tangga dan serta limbah pabrik kulit.

Aliran sungai kecil tersebut dalam beberapa hari terakhir dibendung selama perbaikan jembatan. Akibat dibendung tersebut aliran yang mengandung limbah itu terkumpul menjadi genangan.

"Malam kan hujan, bendungan dibuka biar tidak menggenangi rumah warga. Lalu airnya masuk ke Sungai Opak. Itu yang mungkin bikin ikan keracunan," jelasnya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Indriyanto mengaku belum mendapatkan laporan Sungai Opak tercemar yang menyebabkan ribuan ikan mati. "Kita pasti akan ke lokasi untuk mengetahui penyebabnya serta solusinya," tegasnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A