Manchester City Kalah Lagi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

AKURAT.CO, Manchester City memulai musim 2025-2026 di Premier League dengan kurang baik. Beban besar setelah gagal meraih trofi pada musim lalu diduga menjadi penyebabnya.
Bukan tanpa alasan, Man City sebelumnya merupakan tim kuat yang langganan menjadi juara di berbagai kompetisi.
Guna mengembalikan performa, manajemen tim melakukan investasi besar sekitar 330 juta poundsterling atau lebih dari Rp7 triliun pada bursa transfer Januari dan musim panas. Nominal yang fantastis tersebut tentunya mendobrak ekspektasi penggemar melambung tinggi.
Baca Juga: Man City vs Tottenham: Brennan Johnson dan Joao Palhinha Paksa The Citizens Tunduk di Etihad
Namun, Manchester City justru dikalahkan Tottenham Hotspur 0-2 dan Brighton 1-2. Kekalahan terus-menerus ini menimbulkan pertanyaan: apa yang sebenarnya terjadi dengan Manchester City? Simak informasinya berikut ini!
Taktik Pressing Pep Guardiola Tak Lagi Bekerja
Permasalahan terbesar yang dihadapi Man City adalah transisi tanpa bola. Pep Guardiola selaku pelatih selalu menerapkan pressing tinggi. Namun, hal tersebut justru membuka celah bagi lawan untuk menyerang dari sisi sayap.
Pep Guardiola selalu membuat full-back menekan lebih jauh sehingga membuat bek tengah keluar dari posisinya yang menimbulkan kekosongan di lini tengah. Tim lain sudah mengerti pola ini, tetapi Guardiola belum menemukan solusi efektif.
Pola Lama Kembali Terulang
Seperti yang diketahui, Man City sempat tampil apik saat melawan Wolves di pekan perdana dengan kemenangan 4-0. Namun, perubahan drastis terjadi ketika Man City gagal menang melawan Tottenham dan Brighton.
Baca Juga: Ruben Dias Perpanjang Kontrak 4 Musim, Bertahan di Manchester City Sampai 2029
Man City seperti memberi harapan manis di awal pada penggemar, tetapi tidak bisa tampil konsisten. Padahal saat melawan Brighton, Erling Haaland sempat membawa tim unggul lebih dulu dengan gol ke-88 dari penampilan ke-100 di Premier League.
Pep Guardiola Berada dalam Tekanan
Kekalahan terus-menerus pada awal musim tentunya merupakan situasi yang asing bagi Pep Guardiola. Pasalnya, sang pelatih dikenal dengan konsistensi dan kehebatannya sejak awal musim. Kini, Guardiola harus mencari cara untuk membalikkan keadaan.
Meski begitu, sang pelatih mencoba tetap tenang dan memperbaiki keadaan sepanjang musim berjalan. Jika Man City tidak segera bangkit, bukan tidak mungkin musim ini tim akan kembali tidak mendapatkan satu gelarpun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla








