Suporter Tim Tandang Tetap Dilarang di Super League 2025-2026, Apa Alasannya?

AKURAT.CO, Sepakbola Indonesia belum menerima kabar baik perihal suporter tandang. Pasalnya, suporter tim tandang tetap dilarang di Super League 2025-2026.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus mengonfirmasi Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menolak regulasi suporter tandang yang diusulkan untuk Super League musim 2025-2026.
Lantas, apa sebenarnya alasan FIFA menolak usulan tersebut? Kami sudah merangkum informasinya untuk kamu berikut ini!
Alasan Suporter Tandang Dilarang Hadir
Kalau kamu belum tahu, selama dua musim terakhir kompetisi sepakbola di Indonesia melarang hadirnya suporter tandang untuk hadir di stadion membela tim kesayangannya. Hal tersebut karena tragedi Kanjuruhan yang sempat ramai di dunia sepak bola.
Pasca tragedi tersebut, FIFA melarang hadirnya suporter tandang saat pertandingan. Larangan tersebut didasari oleh catatan negatif perilaku suporter pada musim sebelumnya.
Tak hanya itu, larangan tersebut juga bagian dari transformasi sepak bola Indonesia yang terus dipantau oleh FIFA.
I.League Ajukan Usulan pada FIFA
Demi kembali menghadirkan euforia meriah sepakbola Indonesia, I.League selaku operator Super League mengajukan regulasi suporter tandang kepada FIFA. Sayangnya, usulan tersebut ditolak oleh FIFA.
Oleh karena itu, Super League musim 2025-2026 akan menjadi musim ketiga sepakbola Indonesia tidak memiliki suporter tandang yang hadir di stadion.
Meski begitu, pihak I.League mengatakan tidak akan menyerah untuk mendapatkan kelonggaran dari FIFA. Tak hanya itu, I.League juga akan melakukan edukasi dan interaksi dengan banyak suporter tim.
FIFA sendiri menolak regulasi yang diajukan oleh I.League bukan tanpa alasan. Penolakan tersebut akibat aksi suporter yang menyalakan flare di beberapa pertandingan.
Hal tersebut juga diperburuk dengan insiden suporter Persib Bandung yang merayakan gelar juara dengan turun ke lapangan dan merusak fasilitas stadion.
Regulasi yang Disusun oleh I.League
Ini dia regulasi yang disusun oleh I.League:
Kategori Rivalitas Tinggi
Suporter dengan rivalitas sengit, seperti antara Persija dan Persib tetap tidak diperbolehkan bertandang guna mencegah potensi gesekan dan kerusuhan.
Kategori Rivalitas Sedang (Semi)
Contohnya seperti Suporter Persis Solo saat melawan PSIM. Mereka masih berada di “lampu kuning” dan akan diawasi ketat.
Kategori Tanpa Rivalitas
Suporter yang tidak memiliki konflik sejarah dengan tim tuan rumah diperbolehkan hadir sebagai penonton tandang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







