Piala Dunia Antarklub 2025: Terima Trofi dari Donald Trump, Cole Palmer Mengaku 'Kikuk'

AKURAT.CO, Bintang Chelsea, Cole Palmer, mengaku kikuk dengan keberadaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, saat penyerahan medali dan trofi juara Piala Dunia Antarklub 2025.
Cole Palmer sendiri menunjukkan sikap “bingung” ketika Donald Trump menyalaminya saat mengalungkan medali di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (13/7) atau Senin dini hari WIB.
“Saya tahu dia (Donald Trump) akan ada di sini (stadion) tetapi saya tidak tahu di akan ada di podium ketika kami mengangkat trofi,” kata Cole Palmer sebagaimana dipetik dari BBC.
“Ya, saya sedikit bingung.”
Baca Juga: Cole Palmer Terpilih Jadi Man of the Match Laga Final Chelsea vs PSG
Kabar bahwa Trump akan menghadiri final Piala Dunia Antarklub 2025 beredar sehari sebelum partai puncak antara Chelsea dan Paris Saint-Germain (PSG) di Stadion MetLife.
Kehadiran Presiden AS ke-47 itu ke Piala Dunia Antarklub juga dimaknai sebagai partisipasi pendahuluannya menjelang Piala Dunia 2026. Tak lain karena AS akan menjadi salah satu tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko.
Adapun Cole Palmer didapuk sebagai Man of The Macth pertandingan final dan pemain terbaik keseluruhan turnamen yang berhak atas trofi Golden Ball.
Palmer adalah pemain paling berperan di mana ia mencetak dua gol di menit ke-22 dan ke-30 dalam kemenangan 3-0 Chelsea atas PSG. Pemain berposisi gelandang ini juga penyedia assist untuk gol Joao Pedro di menit ke-43.
Baca Juga: Kronologi Bentrok Luis Enrique dan Joao Pedro di Final Piala Dunia Antarklub 2025
Kemenangan Chelsea dengan skor 3-0 juga mematahkan dominasi PSG yang merupakan juara Liga Champions. Perlu dicatat juga bahwa PSG menggulung Real Madrid dengan skor 4-0 di semfinal.
Selain kemunculan Donald Trump, final Piala Dunia Antarklub 2025 juga diwarnai dengan kartu merah kericuhan antar pemain di akhir laga. Insiden ini bahkan melibatkan Pelatih PSG, Luis Enrique.
Kartu merah dijatuhkan kepada bek PSG, Joao Neves, karena melakukan pelanggaran terhadap Joao Pedro. Sedangkan Enrique diketahui mendorong wajah Pedro di tengah keributan antar pemain.
Enrique terancam sanksi atas insiden tersebut. Namun pelatih asal Spanyol itu menyebut bahwa aksinya itu dilakukan untuk melerai perselisihan antar pemain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






