Akurat Logo

Standar PSSI Kini Naik dengan Piala Dunia, Erick Thohir Minta Semua Pihak Introspeksi Diri

Endarti | 24 April 2025, 20:30 WIB
Standar PSSI Kini Naik dengan Piala Dunia, Erick Thohir Minta Semua Pihak Introspeksi Diri

AKURAT.CO, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa seluruh pihak harus mengintrospeksi diri bila ingin Timnas Indonesia bisa lolos ke panggung Piala Dunia. Erick berharap semua pihak bisa satu tujuan demi terjalinnya kekompakan.

Hal tersebut disampaikan Erick Thohir selepas melakukan pertemuan dengan seluruh staf Timnas Indonesia di Jakarta, Rabu (23/4). Di mana salah satunya turut hadir Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji. 

Dalam pertemuan Erick Thohir membahas bicara mengenai standardisasi dalam pengelolaan tim. Bagi Erick harus ada introspeksi diri demi meningkatkan kinerja tim supaya Timnas Indonesia menjadi lebih baik.

Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun PSSI ke-95 di Bali, Erick Thohir Singgung Impian ke Piala Dunia 2026

“Siapa yang ingin ke Piala Dunia? Oh semua ya. Tapi saja juga ingin kita introspeksi diri. Standardisasi dalam pengelolaan tim itu tergantung dari posisi timnya, sepakat ya,” ucap Erick Thohir dalam video di akun Instagram pribadinya.

Erick sejatinya menganggap keseriusan dalam membangun sepakbola Indonesia memang sudah mulai tampak terlihat. Menurutnya Timnas Indonesia saat ini memang memiliki mimpi besar untuk tampil di panggung Piala Dunia.

“Yang mau saya sampaikan, kalau kita melihat dua tahun yang lalu, pernah enggak kita mimpi ke Piala Dunia?" tegas Erick Thohir.

Baca Juga: Ranking FIFA Naik ke 123, Erick Thohir Targetkan Timnas Indonesia Masuk 100 Besar

“Kemarin baru juara SEA Games sejak 32 tahun, tetapi selalu saya bilang kita punya komitmen buat program serius. Dan hasilnya ada, timnas U-17, U-20, U-23, senior."

Kemudian, Erick mengatakan PSSI di bawah kepemimpinannya meningkatkan standarisasi, yaitu Piala Asia dan Piala Dunia. Inilah yang disebut lelaki yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut belum terlihat di masa lalu.

“Dua tahun yang lalu standar kita enggak di sini. Mimpi kita belum sampai sini juga. Artinya apa? Karena kita punya mimpi besar dan standar kita berbeda. Yang salah siapa? Enggak usah salah-salahan. Salahnya kita semua siapa yang suruh mimpinya Piala Dunia," katanya menambahkan.

“Artinya apa? Kita mau set back atau kita mau moving forward? Kalau kita sebagai manusia tidak beradaptasi dengan perubaha, itu kegagalan. Kita harus introspeksi, kita mau moving forward." 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H