MU Tumbang di Kandang Arsenal, Ruben Amorim Catat Bola Mati Harus Jadi Perhatian

AKURAT.CO, Pelatih Manchester United (MU), Ruben Amorim, mencatat fenomena set piece (bola mati) sebagai salah satu yang perlu diantisipasi bagi timnya.
Pandangan ini disampaikan Ruben Amorim menyusul kekalahan 0-2 MU atas Arsenal di laga ke-14 Liga Primer Inggris 2024-2025 di Stadion Emirates, London, Rabu (4/12) atau Kamis WIB.
Pada laga itu, dua gol yang dicetak Arsenal melalui Jurrien Timber di menit ke-54 dan William Saliba di menit ke-73 terjadi dari sepak pojok. Ruben Amorim menyebut dua gol tersebut mengubah situasi di lapangan.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs MU: Joshua Zirkzee Diharapkan Bisa Gedor Benteng Emirates
“Set piece mengubah permainan. Kami seharusnya bisa lebih agresif ke arah kotak (penalti) Arsenal,” kata Amorim usai laga sebagaimana dipetik dari BBC.
“Sampai (sebelum terjadinya gol) set piece, pertandingan tidak ada banyak peluang bagi kedua tim, set piece membunuh permainan.”
Pelatih asal Portugal itu mengatakan bahwa bola mati adalah bagian dari strategi Arsenal. Amorim menyebut bahwa MU berusaha melakukan hal yang sama namun kali ini rival lebih baik.
“Mereka sangat bagus karena mereka punya banyak waktu untuk melatih (sepak pojok). Terutama pada hal itu, mereka punya para pemain hebat, jadi ini adalah strategi. Dan kami hanya punya dua pekan untuk melatih itu,” ucap Amorim.
Baca Juga: MU Kalahkan Everton 4-0 di Old Trafford, Ruben Amorim tak Ingin Terbuai 'Nyanyian' Suporter
“Kami mencoba melakukannya tetapi kami tahu setiap tim di Liga Primer menderita karena bola mati. Memalukan karena kami tidak bermain sangat baik tetapi juga Arsenal tidak bermain terlalu baik.”
Pertandingan melawan Arsenal adalah yang keempat bagi MU sejak dilatih Amorim pada 11 November lalu. Sekaligus menjadi kekalahan pertama bagi eks Pelatih Sporting Lisbon itu bersama Setan Merah.
Menghadapi akhir tahun yang akan menjadi jadwal padat bagi tim-tim di Inggris, Ruben Amorim menyebut bahwa ia membutuhkan seluruh pemain dalam kondisi terbaik untuk melakukan rotasi.
“Saat ini, tidak mungkin bermain dengan tim yang sama,” ucapnya.
“Kami mengubah cara bermain, jadi kami harus punya semua pemain dalam kondisi bugar. Kami tidak boleh (ada pemain) cedera saat ini karena akan sulit untuk diatasi dengan semua pertandingan.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







