Akurat Logo

Erikc Thohir Tegaskan Pengambilan Sumpah Mees Hilgers dan Eliano Reijnders di Belanda tak Spesial

Endarti | 19 September 2024, 12:32 WIB
Erikc Thohir Tegaskan Pengambilan Sumpah Mees Hilgers dan Eliano Reijnders di Belanda tak Spesial
 

AKURAT.CO, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengatakan bahwa tidak ada keistimewaan soal mengapa dua pemain diaspora Timnas Indonesia, Mees Hilgers dan Eliano Reijnders, bakal melakukan pengambilan sumpah WNI di Belanda.

Erick mengatakan bahwa prosesi pengambilan sumpah di negara luar juga bukan baru kali ini saja dilakukan. 

“Kita coba mengangkat sumpah di negara lain seperti juga beberapa bangsa (orang) Indonesia yang akan sumpah di negara lain juga," ucap Erick Thohir di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Kamis (19/9/24).

Baca Juga: Menkumham Sebut Pengambilan Sumpah Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Dilakukan di Belanda

“Jadi bukan sesuatu yang spesial. Kita tidak ada yang spesial, semua kita hormati secara hukum, baik hukum yang ada di Indonesia maupun aturan FIFA."

Mees Hilgers dan Eliano Reijnders memang dijadwalkan melakukan prosesi pengambilan sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, Belanda.

Tentu banyak pertanyaan mengapa keduanya harus melakukan pengambilan sumpah di Belanda. Sebab pemain diaspora sebelumnya harus datang ke Indonesia untuk melakukan prosesi pengambilan sumpah sebagai WNI.

Baca Juga: PSSI Percepat Naturalisasi Mees Hilgers dan Eliano Reijnders karena Peluang Timnas ke Piala Dunia

“Dan saya rasa apa yang kita sedang lakukan untuk semua pemain kita tidak ada prejudism karena sesuai dengan aturan dari Pemerintah harus diangkat sumpah dan itu ada,” ucap Erick Thohir.

“Jadi fleksibilitas baik di sini atau di luar negeri itu biasa angkat sumpah di luar negeri juga ada."

Erick menjelaskan baik Mees Hilgers dan Eliano Reijnders sendiri saat ini sedang sibuk membela tim nya masing-masing.

Selain itu tidak ada agenda FIFA Matchday dalam waktu dekat ini membuat keduanya tidak bisa datang ke Indonesia.

“Nah kebetulan memang sekarang FIFA matchday-nya sudah tidak ada," beber pria yang juga menjabat Menteri BUMN ini. 

“Artinya kita harus respek kepada klub yang tentu mereka bermain. Nah disitulah kita mencari cara yang sesuai dengan aturan, jadi bukan di luar aturan."

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H