Ditunjuk Jadi Wasit Final Piala Eropa 2024, Begini Deretan Kontroversi Keputusan Francois Letexier di Laga Timnas Indonesia vs Guinea

AKURAT.CO Wasit asal Prancis, Francois Letexier akan memimpin pertandingan final Piala Eropa 2024 antara Spanyol dan Inggris di Berlin, Jerman.
"Letexier akan ditemani oleh asisten wasit asal Prancis, Cyril Mugnier dan Mehdi Rahmouni pada final hari Minggu, sementara Szymon Marciniak (Polandia) akan menjadi ofisial keempat," kata badan sepak bola Eropa itu dalam sebuah pernyataan, dikutip Jumat (12/7/2024).
Letexier (35) telah menjadi wasit di 65 pertandingan UEFA sejak 2017, termasuk tiga pertandingan penyisihan grup Piala Eropa 2024 antara Spanyol dan Georgia, Denmark dan Serbia, serta Kroasia dan Albania.
Baca Juga: UEFA Tunjuk Francois Letexier Sebagai Wasit di Final Piala Eropa 2024 antara Spanyol dan Inggris
Tidak hanya itu, sosok Francois Letexier sendiri mungkin sudah tidak asing lagi bagi penggemar sepak bola Indonesia.
Pria asal Prancis itu merupakan wasit di laga play-off Olimpiade Paris 2024 antara Timnas Indonesia vs Guiena di Paris pada Mei lalu.
Saat itu dirinya menjadi perhatian publik Indonesia usai deretam keputusan kontroversial Francois Letexier yang menyebabkan kerugian bagi skuad Garuda Muda.
Lebih lanjut, berikut kontroversi keputusan wasit Francois Letexier.
1. Pelanggaran Witan Sulaeman
Pada menit ke-27, wasit Francois Letexier memberikan hadiah penalti kepada Guinea usai Witan Sulaeman dianggap menjatuhkan salah satu pemain dari tim lawan di kotak terlarang.
Namun, dalam siaran ulang terlihat jelas bahwa pelanggaran Witan terjadi di luar kotak penalti atau bahkan dirinya tidak melakukan pelanggaran apapun.
2. Penalti Kedua Guinea
Tidak hanya sekali, Guinea kembali diberi hadiah penalti kedua oleh wasit Francois Letexier.
Kali ini Alfreanda Dewangga dinilai melanggar penyerang Guinea, Algassime Bah di kotak terlarang.
Jika dilihat melalui siaran ulang, tekel Dewangga sangatlah bersih dan mengarah ke bola. Namun wasit asal Prancis itu tetap memutuskan tendangan di titik putih.
Meski begitu, Algassime Bah yang maju menjadi eksekutor gagal membobol gawang Timnas Indonesia usai tendangannya ke pojok kanan gawang berhasil ditepis Ernando Ari.
3. Kartu Merah untuk Shin Tae-yong
Keputusan penalti kedua untuk Guinea membuat pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong murka sebab merasa dirugikan.
Shin Tae-yong pun mengajukan protes yang dinilai berlebihan oleh Francois Letexier sehingga membuatnya mendapatkan kartu merah.
Alhasil Shin Tae-yong pun tidak diizinkan untuk memberikan instruksi di pinggir lapangan di 10 menit akhir pertandingan.
Baca Juga: Piala Eropa: Comeback Tumbangkan Prancis, Spanyol ke Final Berkat Aksi Yamal dan Olmo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







