Gelombang Uang Liga Pro Saudi Akan Bertahan Jangka Panjang
AKURAT.CO, Ambisi Arab Saudi untuk memiliki kompetisi sepakbola kelas dunia tampaknya bukan euforia sesaat. Investasi besar-besaran yang dilakukan Liga Pro Saudi (SPL) diperkirakan akan terus dilakukan dalam waktu yang lama.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu dewan eksekutif Liga Pro Saudi yang pernah menjadi figur penting dalam industri sepakbola Inggris, Peter Hutton. Menurutnya, gelombang kucuran uang Saudi tidak akan berkurang setelah mereka jor-joran merekrut banyak pemain bintang yang sebelumnya berkiprah di Eropa pada musim panas ini.
"Menurut saya anggaran sudah disiapkan untuk bertahun-tahun, saya tidak melihatnya bakal menurun," kata Peter Hutton sebagaimana dipetik dari BBC.
Hutton juga menyebutkan bahwa Liga Pro Saudi bakal mendapatkan pemasukan sepadan sejalan dengan investasi yang sudah mereka lakukan. Setidaknya, kata Hutton, itu terlihat sejak Cristiano Ronaldo dikontrak oleh Al Nassr akhir tahun lalu.
"Ketika Ronaldo direkrut Al Nassr kami tiba-tiba mendapatkan ketertarikan dari perusahaan penyiaran internasional. Tahun lalu, kami berakhir (dengan negosiasi) di 170 wilayah sejak Ronaldo direkrut," kata Hutton.
"Ini jelas adalah sesuatu yang tertangkap dalam imajinasi perusahaan penyiaran di seluruh dunia dan itu adalah tanda positif. Saya percaya diri kami bakal mendapatkan kesepakatan hak siar di Inggris untuk musim mendatang."
Selain merekrut Ronaldo, Liga Pro Saudi juga mendatangkan pemain bintang sekelas Karim Benzema, N'Golo Kante, Roberto Firmino, dan Jordan Henderson. Mereka bahkan mengajukan rekor 259 juta Poundsterling (sekitar Rp5 triliun) untuk penyerang asal Prancis, Kylian Mbappe.
“Saya sudah bekerja di olahraga selama 40 tahun dan saya tidak pernah melihat proyek sebesar, seambisius, dan sepasti (Liga Pro Saudi) untuk sukses,” kata Hutton.
Di sisi lain, Hutton menyadari tuduhan pencucian melalui olahraga (sportwashing) yang dilakukan Arab Saudi sehubungan citra pemerintah negara tersebut yang dianggap melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Menurutnya, Saudi justru saat ini melakukan perubahan terutama pada partisipasi perempuan di olahraga.
“Saya melihat ke bukti yang saya lihat. Sekarang ada 50 ribu siswi bermain sepakbola. Anda 1.000 pelatih putri. Pada 2018 ada 750 pelatih yang terdaftar. Kini mereka lebih dari 5.500,” kata Hutton.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan




