Akurat Logo

Vinicius: Di Brasil, Spanyol Dikenal Sebagai Negara Rasis

Riandar Fata Hudaya | 22 Mei 2023, 11:01 WIB
Vinicius: Di Brasil, Spanyol Dikenal Sebagai Negara Rasis

AKURAT.CO, Lawatan Real Madrid ke kandang Valencia untuk pertandingan pekan ke-35 La Liga Spanyol 2022-2023 berujung dengan ketidaknyamanan untuk tim tamu. Bukan saja karena Madrid harus kalah dengan skor 0-1 namun juga karena salah satu pemain mereka, Vinicius Jr, mengalami perlakukan rasis.

Bagi penyerang asal Brasil itu, insiden tersebut bukanlah pengalaman pertama mengalami serangan rasial di lapangan selama bermain di La Liga. Kesal karena merasa otoritas Spanyol seakan tak mengambil tindakan terhadap situasi itu, Vinicius menyatakan bahwa Spanyol adalah “negara rasis”.

“Sebuah negara yang indah, yang menyambut saya dan yang saya cintai, tetapi yang tak mengapa dengan mengekspor citra sebagai negara yang rasis ke dunia. Saya minta maaf terhadap orang Spanyol yang tidak setuju tetapi hari ini, di Brasil, Spanyol di kenal sebagai negara yang rasis,” cuit Vinicius sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Saya kuat dan saya akan melawan rasis sepenuhnya. Bahkan jika itu terjadi jauh dari sini.”

Vinicius mendapatkan ujaran rasis dari penonton di salah satu tribun Stadion Mestalla di Valencia, Spanyol, Minggu (21/5). Pemain yang dibeli Madrid dari Flamengo ketika masih berusia 17 tahun pada 2018 itu menunjuk penonton yang mengeluarkan ujaran rasis yang membuat pertandingan terhenti sekitar sepuluh menit.

“Ini bukan kali pertama, bukan yang kedua, bukan yang ketiga. Rasisme normal di La Liga. Kompetisi menganganggapnya normal, federasi menganggapnya normal dan tim lawan menyemangatinya,” cuit Vinicius. “Kejuaraan yang pernah menjadi milik Ronaldinho, Ronaldo, Cristiano dan Messi hari ini miliknya para rasis.”

Sebelumnya, Vinicius dilaporkan mengalami serangan rasial ketika Madrid bertandang melawan Real Mallorca pada 21 Maret silam. Polisi setempat juga sedang melakukan penyelidikan dugaan kejahatan ujaran kebencian sehubungan adanya patung peraga yang mengenakan jersey nomor 20 milik Vinicius yang tergantung di sebuah jembatan di dekat arena latihan Madrid pada Januari lalu.

“Hari ini adalah hari yang sedih di Mestalla, di mana sekelompok penggemar menunjukkan versi terburuk mereka. Ini waktunya untuk berhenti berbicara dan bertindak dengan paksaan. Rasisme tidak punya tempat di sepakbola atau dalam masyarakat. Katakan tidak pada rasisme di manapun,” kata Pelatih Madrid, Carlo Ancelotti.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.