AKURAT.CO, AS Roma harus mengakui keunggulan Fiorentina dengan skor 2-0 dalam lanjutan Liga Serie A Italia 2021-2022. Jose Mourinho pun menyalahkan VAR.
"Penjelasannya. Kami sudah lama menunggu penjelasan dan kami tidak punya penjelasan. Ada penjelasan ganda malam ini. Jelas, setelah pertandingan hari Kamis kami jelas kekurangan energi fisik dan mental, dibandingkan dengan tim yang memiliki persiapan sepanjang minggu," kata Mourinho setelah laga, kepada DAZN.
“Tapi saya ingin mendengar penjelasan dari Pak Banti dari Livorno, yang tidak jauh dari sini. Saya sudah melihat rekamannya, itu hanya sentuhan biasa, bukan pelanggaran. Wasit berada di dekatnya dan tidak memberikan penalti. Di ruang VAR, Banti turun tangan.”
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Artemio Franchi, Selasa (10/5/2022) dini hari WIB, gol dicetak oleh Nicolas Gonzalez dan Giacomo Bonaventura. Mourinho mengakui bahwa Fiorentina memang bermain lebih baik.
“Selain penalti, Fiorentina juga lebih kuat, mereka bermain dengan tempo dan konsentrasi yang berbeda, jadi mereka pantas menang. Masalahnya adalah kita tidak hanya berbicara tentang tiga poin ini, tetapi banyak, banyak insiden yang tidak dapat kita jelaskan," kata pelatih asal Portugal itu.
“Mengapa VAR memanggil wasit seperti Guida, yang berjarak 10 meter dan melihat dengan baik bahwa itu bukan penalti? Mengapa? Ini adalah penjelasan yang kita inginkan dan tidak kita miliki."
Mourinho ditanya mengapa Fiorentina lebih menyerang sejak awal, membuat umpan vertikal dibandingkan dengan gerakan horizontal konstan Roma.
“Ini sangat sederhana. Zalewski mungkin sudah berada di bangku cadangan tim yunior 12 bulan lalu. Dia telah memainkan sembilan pertandingan berturut-turut, termasuk semifinal turnamen Eropa,” katanya.
“Perbedaan saat bermain vertikal adalah selisih 14 pertandingan yang dimainkan Roma lebih banyak dari Fiorentina musim ini. Jika kita berlari 10km per game, 14 game itu banyak. Ini adalah perbedaan antara intensitas dan kurangnya intensitas, konsentrasi dan kurangnya konsentrasi. Hal ini sangat sederhana.
Dengan kemenangan ini, maka La Viola -julukan Fiorentina- berhasil mencetak 59 poin atau sama dengan Roma dan berada di peringkat ketujuh klasemen sementara. Tim besutan Vincenzo Italiano itu hanya kalah selisih gol dengan Roma.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK



