Indonesia Para Badminton International Naik Level, Setingkat di Bawah Kejuaraan Dunia dan Paralimpiade
Leo Farhan | 22 Oktober 2025, 19:57 WIB

AKURAT.CO, Turnamen bergengsi Polytron Indonesia Para Badminton International (PIPBI) 2025 siap digelar di GOR Indoor Manahan, Solo, Jawa Tengah, pada 29 Oktober–2 November 2025.
Kejuaraan hasil kolaborasi antara Bakti Olahraga Djarum Foundation, Polytron, BWF (Badminton World Federation), dan NPC Indonesia ini naik kelas menjadi salah satu kompetisi para badminton paling bergengsi di dunia.
Tahun ini, BWF resmi menaikkan status turnamen menjadi Grade 2 Level 1, dari sebelumnya Grade 2 Level 2 — menjadikannya satu level di bawah Kejuaraan Dunia dan Paralimpiade.
Baca Juga: Raih Emas Dubai Para Badminton International 2025, Muhammad Al Imran Jagoan Masa Depan Indonesia
Tak hanya itu, total hadiah juga meningkat menjadi USD $15.000 atau sekitar Rp249 juta, dari yang sebelumnya sebesar USD $10.000, menandakan pengakuan dunia terhadap kualitas penyelenggaraan turnamen di Indonesia.
President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, menegaskan peningkatan level turnamen ini menjadi bukti kepercayaan dunia terhadap kemampuan Indonesia dalam menggelar ajang para badminton berstandar internasional.
"Ini adalah tahun keempat Djarum Foundation mendukung penuh penyelenggaraan Indonesia Para Badminton International," kata Victor.
"Tahun ini naik level menjadi Grade 2 Level 1 — satu-satunya turnamen dalam kalender BWF yang memberikan prize money kepada pemenang. Kenaikan level ini menunjukkan Indonesia mampu terus meningkatkan kualitas turnamen dari tahun ke tahun."
Kenaikan level kompetisi turut diiringi dengan lonjakan jumlah peserta. Jika tahun lalu hanya diikuti 10 negara, kini 24 negara akan bersaing memperebutkan podium tertinggi, di antaranya Australia, China, Denmark, India, Inggris, Malaysia, Prancis, Amerika Serikat, hingga tuan rumah Indonesia.
Sebanyak 22 kategori akan dipertandingkan, meliputi tunggal putra-putri, ganda putra-putri, serta ganda campuran dengan klasifikasi WH1, WH2, SL3, SL4, SU5, dan SH6.
Victor mengatakan, peningkatan status juga diikuti dengan peta persaingan yang kian ketat. Banyak pemain terbaik dunia yang ambil bagian di Solo tahun ini, menjadikan PIPBI 2025 sebagai ajang penting menuju panggung Paralympic.
"Peningkatan level ini akan membuat pertandingan menuju podium tertinggi semakin sengit. Kami berharap ajang ini menjadi pijakan bagi para atlet untuk meraih prestasi lebih tinggi di level dunia," tambah Victor.
Sementara itu, Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyebut dukungan perusahaannya pada ajang ini merupakan bentuk komitmen terhadap inklusivitas dan semangat pantang menyerah di dunia olahraga.
"Turnamen ini merepresentasikan keberanian, ketangguhan, dan semangat tanpa batas. Dukungan kami bukan sekadar partisipasi, tetapi bentuk nyata dari komitmen untuk mendukung kesetaraan dalam olahraga," kata Tekno.
Dari sisi pembinaan prestasi, Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia sekaligus Ketua Panitia Pelaksana PIPBI 2025, Rima Ferdianto, menegaskan pentingnya turnamen ini sebagai ajang perebutan poin menuju Paralympic Los Angeles 2028 serta persiapan menuju ASEAN Para Games ke-13 di Thailand tahun 2026.
"Kami berharap turnamen ini menjadi wadah bagi para atlet untuk mengerahkan kemampuan terbaik dan meraih poin penting menuju Paralympic. Di samping itu, PIPBI 2025 juga menjadi ajang pemanasan sebelum ASEAN Para Games," jelas Rima.
Menurutnya, penyelenggaraan PIPBI 2025 di Kota Solo bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan olahraga disabilitas di Indonesia.
Dengan level yang meningkat, peserta yang makin banyak, serta dukungan lintas sektor, Polytron Indonesia Para Badminton International 2025 bakal hadir sebagai simbol kemajuan dan kesetaraan olahraga di Indonesia menuju panggung dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah


