Atlet Pelatnas PBSI Minim Prestasi 6 Bulan Pertama, Pelatih Belum Dapatkan Program yang Tepat
Leo Farhan | 19 Juni 2025, 18:56 WIB

AKURAT.CO, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) melakukan evaluasi terkait hasil yang didapatkan pasukan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) selama enam bulan terakhir.
Evaluasi dilakukan dari hasil turnamen yang diikuti atlet-atlet penghuni Pelatnas PBSI sejak Januari sampai terakhir di ajang Indonesia Terbuka pada awal Juni kemarin.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, menyebut bahwa pasukannya belum bisa mendapatkan hasil terbaik sepanjang satu semester terakhir.
Eng Hian mengatakan bahwa hal ini lantaran para pelatih masih mencari program latihan dan komunikasi yang tepat, terutama untuk atlet-atlet Pelatnas PBSI kategori utama.
"Pelatih juga harus membuat program pengiriman ke turnamen sesuai dengan kapasitas atau level atletnya," kata Eng Hian melalui keterangan resminya, Kamis (19/6).
"Enam bulan ke depan kami mengirimkan atlet-atlet ke turnamen sesuai dengan kemampuan mereka dengan target yang dipasang adalah meraih gelar juara."
Sejauh ini Indonesia baru mendapatkan total dua gelar juara di ajang BWF World Tour lewat Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti di Thailand Masters (Super 300) dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di Taipei Terbuka (Super 300).
Minimnya gelar juara bagi Indonesia sepanjang enam bulan terakhir disebut lantaran atlet-atlet utama milik Indonesia belum semuanya di posisi level elite. Mereka masih perlu menaikkan kemampuan teknik dan fisik.
"Di ganda putra sebenarnya yang sudah mencapai level itu, tapi hasilnya baru lima kali finalis dan memang belum sesuai harapan kita semua," kata Eng Hian menjelaskan.
"Semua harus bisa dievaluasi secara tegas menurut saya. Pemain yang sudah lima tahun lebih di pelatnas, selain progress, harus fair dilihatnya adalah pencapaian."
Pria yang karib disapa Didi itu juga mengatakan bahwa hasil evaluasi di setiap turnamen menunjukkan permasalahan yang tidak jauh dari hal yang sama. Sekaligus menandakan bahwa belum ada perubahan program dari hasil evaluasi yang dilaporkan.
"Ini menjadi PR saya bersama pelatih teknik dan fisik untuk membuat program latihan yang lebih tepat sasaran, agar atlet dapat mencapai performa terbaiknya," ucap Eng Hian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik







