Taufik Hidayat: Kita Harus Segera Buat Timeline untuk Olimpiade Los Angeles 2028

AKURAT.CO, Legenda bulutangkis nasional yang peraih emas Olimpiade Athena 2024 itu, Taufik Hidayat, menyebut tidak ada yang mudah di olimpiade.
Agar tidak kembali mengulang hasil tak memuaskan di Olimpiade Paris 2024, Taufik Hidayat meminta kepengurusan PP PBSI yang baru segera membuat program alur waktu untuk Olimpiade Los Angeles 2028.
"Kita harus membuat timeline (lini masa) jangka pendek, menengah, dan panjang, untuk gol besar di Olimpiade Los Angeles 2028," kata Taufik di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis (15/8).
Baca Juga: Taufik Hidayat Sebut Mental Jonatan Christie dan Anthony Ginting Kurang di Olimpiade Paris
Tim bulutangkis Indonesia hanya mampu membawa pulang satu medali dalam Olimpiade Paris 2024. Yakni medali perunggu yang disumbangkan Gregoria Mariska Tunjung dari sektor tunggal putri.
Ini merupakan hasil terburuk kedua tim bulutangkis Indonesia dalam Olimpiade setelah London 2012 di mana saat itu Indonesia gagal membawa pulang satupun medali.
Jelang Olimpiade Paris 2024 lalu, beberapa legenda bulutangkis Indonesia termasuk yang pernah meraih medali emas Indonesia diperbantukan ke dalam Tim Adhoc PBSI sebagai mentor para atlet.
Baca Juga: Taufik Hidayat: Ginting dan Jonatan Punya Kans di Olimpiade Paris, Tinggal Mereka Siap atau Tidak
Di tunggal putra ada Taufik Hidayat, tunggal putri ada Susi Susanti, ganda putra ada Candra Widjaya, ganda putri ada Greysia Polii, dan ganda campuran ada Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.
Sayang, hasilnya kurang maksimal. Tim bulutangkis Indonesia berakhir hanya dengan membawa pulang satu medali perunggu. Dua wakil tunggal putra sebagai salah satu sektor yang diunggulkan bahkan harus tersingkir di fase grup.
"Kalau kemarin dibilang Tim Ad Hoc pendek (jangka waktunya), ya kita bersyukur lah punya waktu, tapi olahraga itu tidak instan dan butuh waktu panjang," kata Taufik Hidayat.
"Olimpiade ini tak segampang yang orang kira. Masuk Olimpiade saja sudah bagus, apalagi dapat medali, apalagi medali emas. Jadi memang kita harus ekstra men-treatment si atlet. Butuh kerja sama, enggak bisa hanya pemainnya saja."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 5Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 8Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








