AKURAT.CO, Jonatan Christie harus berjuang ekstra untuk bisa mengamankan kemenangan pada laga pembuka grup L sektor tunggal putra cabang olahraga (cabor) bulutangkis Olimpiade Paris 2024.
Sempat kehilangan set pertama, Jonatan mampu membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan atas Julien Carraggi dengan skor 18-21, 21-11, 21-16 pada pertandingan Olimpiade Paris di Porte De La Chapelle, Paris, Sabtu (27/7).
Pada laga pembuka Olimpiade Paris ini, atlet tunggal putra yang karib disapa Jojo itu mengaku belum sepenuhnya mampu beradaptasi. Dia sempat merasa grogi saat masuk ke dalam lapangan.
"Ini pertama kalinya untuk saya bermain di Olimpiade dengan penonton. Karena di Tokyo kemarin kan pandemi, jadi enggak ada penonton. Atmosfer sangat-sangat berbeda," jelas Jonatan melalui keterangan resminya, Sabtu (27/7).
"Sebenarnya hanya itu perbedaan antara Tokyo dan Paris. Tapi, dari permainan sendiri awal-awal sedikit agak nervous. Beberapa kali juga strateginya kurang berjalan dengan baik."
Tetapi, secara keseluruhan tunggal putra peringkat tiga dunia itu cukup senang dengan penampilannya hari ini yang mampu keluar dari tekanan lawan.
Pada set kedua, Jonatan coba lebih tampil menekan untuk bisa meraih kemenangan. Mengingat ini adalah event empat tahun sekali, di mana pada edisi selanjutnya dia juga belum tentu bisa tampil kembali.
"Saya juga enggak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Jadi, saya mau menampilkan yang terbaik. Mau melangkah (lebih jauh) juga," terangnya.
Di pertandingan selanjutnya, Jonatan akan menghadapi wakil Guatemala, Kevin Cordon, yang pada edisi sebelumnya mampu membuat kejutan dengan melangkah sampai babak semifinal Olimpiade Tokyo 2020.
"Di Tokyo kemarin salah satu underdog juga. Dia bisa melaju sampai babak semifinal, peringkat empat, dan itu cukup harus diwaspadai," ujarnya.
"Lebih sabar lagi, lebih bisa menekan pressure lagi, dan lebih rileks lagi. Saya minta dukungan doa, support dari masyarakat Indonesia, supaya kami atlet Indonesia bisa melaju sejauh mungkin."
Perjuangan Jonatan di fase grup bisa dikatakan cukup berat. Dia harus menjalani satu laga lebih banyak dibanding grup-grup lainnya lantaran grup yang ditempatinya berisi empat peserta, di mana grup lain hanya diisi tiga peserta.
Selain Jonatan dan Julien Carraggi, grup L juga dihuni oleh tunggal putra peringkat 18 dunia asal India, Lakshya Sen, yang di laga pembuka mampu meraih kemenangan 21-8 dan 22-20 atas Kevin Cordon.
Kemenangan itu sekaligus mampu mengantarkan Lakshya Sen berada di puncak grup L untuk mengungguli Jonatan yang di laga pembuka meraih kemenangan 2-1 atas Carraggi.