Rexy Mainaky Khawatirkan Sikap Besar Kepala Pebulutangkis Malaysia karena Dipuji setelah Juara
AKURAT.CO, Direktur Kepelatihan Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM), Rexy Mainaky, mengingatkan kepada anak asuhnya untuk tidak besar kepala setelah meraih prestasi.
Pernyataan ini disampaikan Rexy Mainaky merespons kesuksesan salah satu pasangan ganda putra Malaysia, Choong Hon Jian/Muhammad Haikal Nazri.
Hon Jian/Haikal yang baru dipasangkan pada Agustus lalu sebagai pemain pelapis menjadi juara di Syed Modi India International 2023, akhir pekan lalu.
Baca Juga: Asian Games: Rexy Mainaky Berharap Tuah 2006 Kembali Terjadi Di Hangzhou
“Apa yang ditunjukkan Hon Jian/Haikal saat ini ada positif ada negatifnya. Biasanya kita lihat pemain Malaysia ini kalau sering dipuji akan lupa diri,” kata Rexy Mainaky di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (5/12), sebagaimana dipetik dari Berita Harian.
“Ini yang saya khawatirkan, ketika sering dipuji mereka juga akan jadi besar kepala.”
Bagi legenda bulutangkis Indonesia itu, kesuksesan Hon Jian/Haikal memberikan tambahan kekuatan bagi divisi ganda putra BAM. Namun begitu, Rexy menganggap Hon Jian/Haikal yang merupakan pemain pelapis masih belum matang.
“Saya tidak ingin terlalu memuji Hon Jian/Haikal karena mereka produk yang belum selesai,” kata Rexy.
Isyarat yang dikatakan Rexy terhadap pujian yang diberikan publik Malaysia terhadap pebulutangkis mereka yang menjadi juara benar adanya. Tak mengherankan karena bulutangkis adalah olahraga andalan Malaysia di kancah internasional.
Baca Juga: Rexy: Lee Zii Jia Penting Untuk Malaysia Di Asian Games
Rexy, yang pernah menjadi juara Olimpiade 1996 bersama Ricky Subagja, mengatakan bahwa pujian akan membuat pebulutangkis terlalu nyaman. Perasaan tersebut, kata Rexy, berbahaya untuk konsistensi atlet.
“Yang terpenting, saya ingin pemain pelapis tidak cepat puas. Konsistensi bukan saja soal hasil, tetapi juga bagaimana cara berpikir dan pembawaan diri,” kata Rexy. “Ketika Anda merasa terlalu nyaman, itu berarti Anda selesai.”
Saat ini, Rexy dalam tugas berat memimpin bulutangkis Malaysia untuk mewujudkan impian mendapatkan emas olimpiade pertama di Olimpiade Paris 2024.
Sebelum Olimpiade Paris pada Juli-Agustus mendatang, Malaysia terlebih dahulu menjadi tuan rumah Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia yang digelar di Selangor pada 13-18 Februari.
Kemudian akan ada kejuaraan beregu Piala Thomas & Uber yang digelar di Chengdu, China, 28 April–5 Mei 2024. Malaysia juga merindukan gelar turnamen ini setelah terakhir kali menjadi juara Piala Thomas pada 1992.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








