Adaptasi Cuaca, Timnas Renang Prancis Pilih Jakarta sebagai Pusat Latihan Jelang Kejuaraan Dunia
Leo Farhan | 14 Juli 2025, 18:19 WIB

AKURAT.CO, Tim Nasional (Timnas) renang Prancis memilih Jakarta sebagai lokasi utama aklimatisasi menjelang World Aquatics Championships 2025 di Singapura.
Selama sepuluh hari penuh, sebanyak 29 atlet elite Prancis, termasuk peraih empat medali emas Olimpiade Paris 2024, Leon Marchand, menjalani adaptasi intensif di Stadion Akuatik, GBK Senayan, Jakarta, yang diakui bertaraf internasional.
Langkah ini menegaskan bahwa proses aklimatisasi bukan hanya menjadi bagian pelengkap, melainkan strategi inti dalam memastikan performa terbaik atlet Prancis di ajang dunia nanti.
Perbedaan iklim tropis dan zona waktu Asia Tenggara dibanding Eropa membuat proses ini menjadi mutlak, terutama untuk cabang olahraga air yang sangat dipengaruhi kondisi lingkungan.
"Kami membutuhkan tempat yang tidak hanya memiliki kolam standar internasional, tapi juga fasilitas pendukung lengkap. Di Stadion Akuatik GBK, semua tersedia dalam satu kompleks. Ini sangat efisien bagi program latihan kami," jelas Direktur Teknik Federasi Renang Prancis (FFN), Denis Auguin, Senin (14/7).
Fasilitas seperti kolam 50 meter, kolam pemanasan, wet room, serta area latihan loncat indah dan renang artistik tersedia dalam satu atap. Sebuah kemewahan logistik yang jarang ditemukan, bahkan di Eropa.
Tidak hanya sekadar persiapan teknis, kehadiran tim Prancis juga menjadi ajang pertukaran budaya dan inspirasi. Leon Marchand, bintang muda berusia 23 tahun, secara terbuka membagikan pesan motivasi bagi perenang muda Indonesia.
"Saya senang bisa aklimatisasi di Jakarta. Kolamnya luar biasa, suasananya juga mendukung. Untuk atlet muda, cintai apa yang kamu lakukan, percaya pada proses. Tidak ada yang instan," ucap Marchand.
Komite Eksekutif Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Wisnu Wardhana, mengatakan bahwa kehadiran tim sekelas Prancis di GBK Senayan merupakan validasi nyata bahwa Indonesia telah siap secara infrastruktur untuk mendukung pembinaan atlet kelas dunia.
"Ini bukan hanya aklimatisasi, tapi pembuktian. Bahwa venue kita diakui dunia. Sekarang tinggal bagaimana pembinaan kita bisa menyusul," kata Wisnu, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB Akuatik Indonesia.
Selain itu, potensi kerja sama strategis pun terbuka lebar. NOC Prancis dikabarkan menyampaikan ketertarikan untuk menjalin kolaborasi jangka panjang dengan Indonesia, terutama dalam bidang pelatihan dan pertukaran atlet.
"Kami melihat kemungkinan memperluas kerja sama, tidak hanya di Equestrian seperti sebelumnya, tapi juga akuatik. Ini momentum yang baik," jelas Komite Eksekutif NOC Indonesia lainnya, Josephine Tampubolon.
Dukungan diplomatik pun datang dari Pemerintah Prancis. Charge d'Affaires a.i. Kedutaan Besar Prancis di Jakarta, Laurent Legodec, menyebut kehadiran Timnas Renang Prancis adalah simbol eratnya hubungan bilateral antara kedua negara.
"Pilihan Jakarta sebagai tempat aklimatisasi adalah bukti nyata bahwa fasilitas olahraga di Indonesia sudah bertaraf internasional. Ini juga bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Prancis," ungkap Legodec.
Dengan kombinasi fasilitas kelas dunia, dukungan institusional, dan strategi performa berbasis sains, Jakarta terbukti bukan sekadar tempat singgah, tapi rumah aklimatisasi strategis bagi para juara dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 4Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 8Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa



