Lebih Lapar Gelar Bikin Novak Djokovic Lebih Unggul Dari Pesaingnya

AKURAT.CO, Bintang tenis muda asal Argentina, Tomas Martin Etcheverry, menyebut bahwa Novak Djokovic jauh lebih unggul dibandingkan para rivalnya dalam hal mental. Etcheverry menilai bahwa petenis peringkat satu dunia itu "lebih lapar gelar" dari siapapun.
Etcheverry pernah menghadapi Novak Djokovic untuk satu-satunya pertemuan mereka di putaran kedua Italia Terbuka 2023. Pada laga di Roma, Italia, itu, Etcheverry menelan kekalahan dengan skor 6-7(5) dan2-6.
Petenis peringkat 35 dunia itu mencapai perempat final Prancis Terbuka pada bulan Juni dan juga menjadi runner-up di turnamen ATP 250 di Chile dan Houston pada awal tahun.
Baca Juga: Melawan Usia, Novak Djokovic Juara AS Terbuka Plus Cetak Rekor!
Ia juga mengomentari laga final Djokovic melawan Daniil Medvedev di ajang Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2023. Berdasarkan analisanya, Etcheverry menegaskan bahwa penampilan Djokovic tanpa celah dan membuat lawan kewalahan dengan permainannya yang lengkap.
"Djokovic membuat Anda kewalahan. Sepertinya dia tidak melakukan kesalahan apa pun. Dia lengkap, semuanya sempurna, dia membuat Anda merasakannya saat bermain melawannya. Anda tidak melihat kesenjangan," jelas Etcheverry dalam wawancaranya bersama La Nacion.
"Dia mengembalikan bola dengan baik dengan backhand-nya, sangat dalam. Dengan pukulan forehand-nya, dia memukul Anda sebagai pemenang. Pergerakan fisiknya luar biasa, jangkauannya bagus, bisa dimainkan lambat, bisa dimainkan cepat, variasinya banyak."
Baca Juga: AS Terbuka: Ke Perempat Final, Novak Djokovic Pastikan Ranking Satu Dunia
"Tetapi di atas semua itu, dalam hal mental, dia jauh lebih unggul. Yang mengejutkan saya adalah betapa laparnya dia di usia 36 tahun. Setelah mencapai segalanya, dia lebih lapar dari siapa pun dan itu mengesankan."
Djokovic mengalahkan Daniil Medvedev yang merupakan petenis peringkat tiga dunia melalui laga straight set di final Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2023 awal bulan ini untuk mengklaim gelar keempatnya di New York. Petenis asal Serbia itu kini telah mengumpulkan 24 gelar Grand Slam tunggal putra.
Pemain berusia 36 tahun itu juga berhasil memenangkan tiga dari empat turnamen Grand Slam tahun ini dan hanya kalah di final Wimbledon dalam laga lima set dari Carlos Alcaraz. Ini adalah musim keempat dalam kariernya di mana ia mengamankan tiga gelar utama.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 7Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9Harmonisasi Pendidikan dan Industri, Cara Cermat TBIG Merawat Jaringan Telekomunikasi dan Asa Anak Bangsa
- 10KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN







