Akurat Logo

IOC Berikan Jatah Olimpiade Untuk Atlet Anggar Ukraina Setelah Didiskualifikasi

Riandar Fata Hudaya | 29 Juli 2023, 17:17 WIB
IOC Berikan Jatah Olimpiade Untuk Atlet Anggar Ukraina Setelah Didiskualifikasi

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengambil kebijakan “unik” untuk atlet anggar asal Ukraina, Olga Kharlan. IOC memberikan jatah khusus bagi Olga Kharlan di Olimpiade Paris 2024 selepas sang atlet didiskualifikasi di Kejuaraan Dunia Anggar 2023 di Milan, Italia, pekan ini.

Jatah yang diberikan melalui surat bertandatangan Presiden IOC, Thomas Bach, tersebut merupakan respons atas sanksi yang diterima Olga Kharlan karena menolak berjabat tangan dengan atlet Rusia, Anna Smirnova, pada pertandingan di Milan. Federasi Anggar Internasional (FIE) mendiskualifikasi Kharlan atas tindakan tersebut.

“Dengan mempertimbangkan situasi unik Anda, Komite Olimpiade Internasional akan mengalokasikan satu kuota tambahan untuk Anda di Olimpiade Paris 2024 jikalau Anda tidak bisa lolos kualifikasi di waktu tersisa,” tulis Thomas Bach dalam surat yang diunggah oleh Olga Kharlan di akun Instagramnya.

“Kami mengambil keputusan ini juga karena prosedur yang sedang berjalan tidak bisa memberikan Anda poin kualifikasi karena Anda didiskualifikasi.”

Sikap IOC ini boleh jadi merupakan peringatan bagi FIE untuk berhati-hati dalam hubungannya dengan atlet Ukraina dan Rusia. Adapun sikap Olga Kharlan dibaca sebagai simbol protes terhadap invasi Rusia ke Ukraina yang sudah berlangsung sejak akhir Februari 2022.

“Komite Olimpiade Internasional akan mengizinkan saya tampil di Olimpiade Paris 2024 apapun hasil kualifikasi saya. Terimakasih Presiden IOC, Thomas Bach,” tulis Olga Kharlan.

Olga Kharlan juga menuding Presiden FIE, Emannuel Katsiadakis, yang tak menepati ucapan yang mengizinkannya untuk tak menjabat tangan atlet asal Rusia dan Belarusia. “Saya pikir dia memegang ucapannya, untuk mengamankan, tetapi tampaknya tidak,” kata Kharlan.

Soal jabat tangan antara atlet Rusia dan Ukraina menarik perhatian di sejumlah perhelatan olahraga internasional tahun ini. Pada pertandingan babak 16 besar Wimbledon, 8 Juli silam, petenis asal Ukraina, Elina Svitolina, menolak berjabat tangan dengan atlet Rusia, Victoria Azarenka, usai pertandingan.

Namun demikian, Wimbledon sendiri sudah mengizinkan atlet Rusia dan Belarusia berpartisipasi di turnamen mereka setelah tahun lalu melarang sama sekali. Hanya saja, atlet dari dua negara itu hanya boleh bertanding dengan bendera netral.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.