Akurat Logo

Pengadilan HAM Menangkan Gugatan Caster Semenya Soal Regulasi Testoteron

Riandar Fata Hudaya | 11 Juli 2023, 16:31 WIB
Pengadilan HAM Menangkan Gugatan Caster Semenya Soal Regulasi Testoteron

AKURAT.CO, Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) mengabulkan banding yang diajukan pelari asal Afrika Selatan, Caster Semenya, dalam kasus regulasi pengurangan kadar testoteron. Kemenangan ini diperoleh oleh juara lari 800 meter Olimpiade London 2012 dan Rio De Janeiro 2016 itu setelah kalah pada dua kali banding sebelumnya.

Kasus ini mengemuka setelah Federasi Atletik Dunia (World Athletic-dulu IAAF) memperkenalkan regulasi pengurangan hormon bagi atlet yang dianggap memiliki kelebihan kadar testoteron jika ingin berkompetisi di kategor lari 400 meter-1,5 kilometer. Ketika aturan tersebut diterapkan pada 2018, Caster Semenya muncul sebagai subyek utama.

Dalam dunia medis, kelebihan kadar testoteron yang dimiliki Semenya disebut dengan istilah kelainan perkembangan seksual (DSD). IAAF menganggap atlet dengan DSD membuat kompetisi menjadi tidak seimbang di mana salah satunya terindikasi pada dominasi Caster Semenya di olimpiade dan Kejuaraan Dunia.

Semenya menganggap kebijakan tersebut membahayakan kesehatannya sekaligus sebagai bentuk diskriminasi. Sebagai dampaknya, pelari berusia memilih berlari di nomor 200 meter dan 5000 meter di mana ia gagal lolos kualifikasi ke Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 2021.

Dalam keputusan yang dirilis pada Selasa (11/7), ECHR membatalkan keputusan Mahkamah Agung Swiss yang menolak banding Caster Semenya tiga tahun lalu. Semenya maju ke Mahkamah Agung setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) membenarkan regulasi IAAF soal DSD.

ECHR juga menyatakan bahwa Pemerintah Swiss tak melindungi Caster Semenya dari tindakan diskriminasi. Regulasi tersebut membuat sang atlet kehilangan hak untuk mengandalkan kemampuan natural yang mereka miliki.

Caster Semenya lahir di Pietersburg, Afrika Selatan, 7 Januari 1991. Ia merebut gelar juara dunia pertamanya di nomor 800 meter di Berlin 2009. Semenya mempertahankan gelarnya dua tahun kemudian di Daegu, Korea Selatan, dan gelar ketiga di London pada 2017.

Sesaat setelah ia menjadi juara di Kejuaraan Dunia 2009, jenis kelamin Semenya dipertanyakan. Pasalnya, pencapaiannya meningkat cukup drastis di Kejuaraan Dunia berbanding pencapaiannya di Kejuaraan Junior Asia sebulan sebelumnya.[]

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.