Sejarah, Kanada Kalahkan Australia untuk Rebut Gelar Piala Davis Pertama!
AKURAT.CO, Di tengah gegap-gempita Piala Dunia Qatar 2022, Kanada mencetak sejarah dengan meraih Piala Davis pertama. Bertanding melawan Australia di Malaga, Spanyol, Minggu (27/11), Kanada mengalahkan rivalnya itu dengan kemenangan 2-0.
Denis Shapovalov merebut partai pertama dengan mengalahkan Thanasi Kokkinakis dalam pertarungan dua set dengan skor 6-2 dan 6-4. Sedianya, Australia menempatkan Nick Kyrgios di tunggal pertama namun runner-up Wimbledon 2022 itu mundur sejak Agustus lalu karena hendak merawat ibunya yang sedang sakit.
Shapovalov yang saat ini berada di ranking 18 dunia tampil dominan atas Kokkinakis yang berada di ranking 95 dunia. Shapovalov hanya butuh waktu 32 menit untuk menghentikan perlawanan Kokkinakis.
Sementara itu, petenis muda, Felix Auger-Aliassime, memastikan gelar untuk negaranya dengan mengalahkan Alex De Minaur juga dalam pertarungan dua set (6-3 dan 6-4). Atlet kelahiran Montreal, 8 Agustus 2000, tersebut mematahkan delapan break point untuk membungkus permainan di akhir laga.
“Emosi (kemenangan saya) sulit untuk digambarkan,” kata Auger-Aliassime sebagaimana dipetik dari laman Piala Davis.
“Denis dan sana tumbuh bersama, memimpikan panggung tipe (Piala Davis) ini, memimpikan memenangi Piala Davis. Ini adalah momen besar untuk diri dan negara saya.”
Selain itu, keberhasilan Kanada melalui Shapovalov dan Auger-Aliassime juga menandai gelombang generasi baru petenis negara tersebut. Shapovalov dan Auger-Aliassime termasuk dalam petenis muda yang berada dalam satu generasi dengan petenis ranking satu dunia saat ini, Carlos Alcaraz.
Bagi Kanada, final 2022 merupakan yang kedua setelah yang pertama pada 2019. Ketika itu, Shapovalov yang baru berusia 20 tahun dan Auger-Aliassime yang masih 19 tahun kalah telak atas petenis kawakan sekelas Rafael Nadal dan Roberto Bautista Agut.
“Tahun 2019 adalah kekalahan yang sulit, itu adalah perasaan yang kosong dan kami benar-benar menginginkannya (gelar) kali ini,” kata Shapovalov.
“Untuk berada di sini sebagai juara dunia, saya tak bisa berkata apa-apa. Orang-orang (pemain) ini bukan anak-anak lagi. Mereka menghancurkannya. Anda tidak bisa memenangi perhelatan ini tanpa chemistry tim yang luar biasa, maju sebagai satu unit, dan mereka semua benar-benar mewakili hal itu.”[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 2Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 3Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Barcelona vs Aston Villa, MU vs AS Roma
- 4Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 5Kalender Jawa 4 November 2026: Watak Weton Rabu Kliwon yang Dikenal Berwibawa
- 6Prediksi Skor AEK Athena vs Real Madrid 5 November 2026: Los Blancos Bidik Kemenangan Keempat
- 7Saham BBCA Tertekan Isu MSCI, Peluang Akuisisi DBS Group Mulai Jadi Perbincangan
- 8Prediksi Skor Leipzig vs Man City 5 November 2026: Haaland Jadi Ancaman, The Citizens Diunggulkan
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit



