AKURAT.CO, Satria Muda Pertamina Jakarta kembali menasbihkan dirinya sebagai tim bola basket terbaik Indonesia. Tim arahan Pelatih Youbel Sondakh itu sukses mempertahankan gelar Indonesia Basketball League (IBL) usai mengalahkan Pelita Jaya Bakrie Jakarta di final, Minggu (28/8).
Bertanding di GOR C'Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Satria Muda (SM) menang dengan skor meyakinkan 89-74 pada game kedua final IBL 2022. Kemenangan itu sudah cukup bagi tim dengan warna kebanggaan kuning tersebut mengunci gelar juara.
Sebab sebelumnya pada game pertama, Satria Muda juga berhasil mengalahkan Pelita Jaya, dengan skor 95-87 pada Sabtu (27/8).
Bagi Satria Muda, ini merupakan gelar ke-11 mereka dalam kompetisi bola basket tertinggi di Indonesia. Ini juga sekaligus memastikan Satria Muda sebagai yang terbaik dalam dua tahun terakhir, di mana pada musim lalu SM juga juara usai mengalahkan Pelita Jaya (PJ) dengan skor 2-1.
Jalannya Pertandingan
Memiliki modal tertinggal 1-0, Pelita Jaya langsung tancap gas sejak awal kuarter pertama. Muhammad Hadian Wicaksono membuka keunggulan PJ 0-5 lewat dua lay-up serta satu free thrownya.
Pemain asing PJ, Dior Alexandros Lowhorn menunjukkan kualitasnya sebagai andalan tim. Forward berusia 30 tahun itu memperlebar keunggulan PJ hingga 7-18, lalu 12-22.
Namun, Satria Muda mulai mengejar saat Brachon Lanalt Griffin melantai. Terbukti SM bisa memangkas jarak menjadi 21-24 pada kuarter pertama.
Satria Muda semakin bersemangat ketika memasuki kuarter kedua. Keadaan pun berbalik dengan SM yang menguasai jalannya pertandingan untuk mengubah skor menjadi 36-35.
Juan Laurent Kokodiputra dan Muhammad Sandy Ibrahim Aziz menjadi aktor kebangkitan untuk SM. Keduanya tercatat masing-masing mencetak sembilan angka dan SM pun unggul 47-41 hingga kuarter kedua berakhir.
Usai jeda paruh pertama, Pelita Jaya kembali tampil trengginas di awal. Lagi dan lagi, Lowhorn dan Wicaksono menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain berkualitas dengan membawa PJ berbalik unggul 47-48.
Hanya saja, Satria Muda langsung meresponsnya dengan cepat dan kembali unggul. Griffin dan Laurentius Steven Oei seolah jadi mimpi buruk Pelita Jaya, karena keduanya mampu memperlebar jarak menjadi 62-53, lalu 66-59 di kuarter ketiga.
Pada kuarter pamungkas, Pelita Jaya berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan. Namun, Satria Muda justru semakin menggila dan terus menambah skor 76-62.
Andakara Prastawa Dhyaksa dan Decardo Romero Wanya Day tak henti-hentinya berupaya memangkas jarak. Sayang, pada akhirnya Satria Muda berhasil mengunci kemenangan lewat lay-up Griffin untuk mengakhiri pertandingan dengan skor 89-74.
Dua pemain Pelita Jaya, Prastawa dan Lowhorn menjadi pencetak angka terbanyak pada laga ini dengan 18 poin. Diikuti Wicaksono dengan 14 angka.
Sementara dari kubu Satria Muda, perolehan angka cukup merata. Setidaknya ada lima pemain yang mencatatkan double digit, yang dipimpin oleh Laurentius Oei dengan 13 poin. Kemudian Griffin, Arki Dikania Wisnu, dan Reza Falconi dengan 12 poin, serta Juan Laurent Kokodiputra dengan 11 poin.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat




