Akurat Logo

IAAF Sebut Aturan Testoteron Masuk Akal

Riandar Fata Hudaya | 1 Agustus 2019, 18:00 WIB
IAAF Sebut Aturan Testoteron Masuk Akal

AKURAT.CO, Federasi Asosiasi Atletik Internasional (IAAF) menyambut baik keputusan Pengadilan Swiss yang mencabut penangguhan aturan pengurangan kadar testoteron sehubungan dengan gugatan hukum atlet juara olimpiade asal Afrika Selatan, Caster Semenya.

Keputusan ini membuat Semenya tak bisa bertanding di Kejuaraan Dunia Atletik 2019 yang bakal digelar di Doha, Qatar, September mendatang. Semenya termasuk atlet yang harus menjalani pengurangan kadar testoteron yang dikategorikan dalam istilah atlet dengan kelainan perkembangan seksual (DSD).

“Keputusan ini menciptakan lebih banyak kebutuhan terhadap keseimbangan dan kejelasan bagi seluruh atlet saat mereka bersiap untuk Kejuaraan Dunia di Doha pada September mendatang,” tulis IAAF sebagaimana dikabarkan Reuters.

Dalam persidangan Pengadilan Federal Swiss, IAAF menyandarkan argumennya dengan menyebut bahwa mereka harus mempertahankan posisi di mana ada beberapa konteks. Salah satunya adalah olahraga di mana faktor biologis menjadi faktor kunci identitas gender.

 “IAAF meyakini bahwa aturan DSD adalah kebutuhan, masuk akal, dengan makna yang seimbang untuk perlindungan kompetisi yang adil dan bermakna di atletik elite putri.”

Sementara itu, Semenya menegaskan ia tidak akan menjalani aturan pengurangan kadar testoteron yang dijalankan IAAF. Pelari berusia 29 tahun mengatakan bahwa IAAF menjadikannya kelinci percobaan melalui aturan tersebut.

Semenya tetap menggulirkan banding terhadap aturan IAAF. Kuasa hukum Semenya, Dorothee Schramm, menyebut keputusan tersebut tidak berpengaruh terhadap proses banding kliennya.

“Kami akan terus menggulirkan banding Caster dan berjuang untuk hak asasinya yang fundamental. Sebuah perlombaan selalu diputuskan di garis finish,” kata Schramm.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.