Akurat Logo

Niat Puasa Tasua Dan Asyura, Lengkap Dengan Keutamaannya

Izqi | 27 Juli 2023, 11:20 WIB
Niat Puasa Tasua Dan Asyura, Lengkap Dengan Keutamaannya

AKURAT.CO  Niat puasa Tasua dan Asyura biasa dibaca pada saat tanggal 9 dan 10 Muharram. Sebaiknya umat muslim mengikuti puasa sunnah ini karena Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa puasa Muharam menjadi puasa yang utama selain puasa di bulan Ramadan.

Sama halnya dengan puasa sunah lainnya, puasa di bulan Muharam ini juga memiliki sejumlah keutamaan yang sudah dijelaskan dalam salah satu hadis shahih berikut ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " أفضل الصيام بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ ، وأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ ".

Artinya: Abu Hurairah Radhiyallahu anhu menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa, "Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadan adalah puasa di bulan Muharram, dan salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam." (HR Muslim).

Puasa Tasua dan Asyura 

Mengutip berbagai sumber, Kamis (27/7/2023), kata Tasua berasal dari katatis'a yang memiliki arti sebagai bilangan sembilan. Jadi, puasa Tasua merupakan ibadah puasa sunah yang umumnya dilakukan pada hari kesembilan di bulan Muharam.

Kemudian, puasa Tasua sendiri juga berhubungan erat dengan puasa Asyura. Hal ini dikarenakan puasa pada 9 Muharam telah disambung dengan puasa Asyura pada 10 Muharam.

Niat puasa Tasua dan Asyura lebih baik sudah dilafalkan saat malam hari setelah salat Isya ataupun sebelum masuk waktu Subuh. Selain itu, membaca niat puasa Tasua dan Asyura juga dapat dibaca pada waktu siang hari apabila lupa atau mendadak ingin berpuasa di hari itu.

Jika dilakukan tanpa diawali dengan niat maka puasa Tasua dan Asyura dapat dianggap tidak sah atau kurang afdal.

Niat Puasa Tasua dan Asyura 

1. Niat puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ يَوْمِ تَسُوْعَاءٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin min yaumi tasuu-'aa-in sunnatan lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah hari Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."

Puasa Tasua dianjurkan sebagai perbedaan dengan kebiasaan puasa orang Yahudi. Anjuran sudah berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang menyatakan, "Berpuasalah pada hari Asyura (10 Muharam) dan bedakan diri dengan orang-orang Yahudi. Berpuasalah pada hari sebelumnya atau hari sesudahnya." (HR Bukhari).

2. Niat puasa Asyura 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ يَوْمِ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin min yaumi 'aasyuuraa-a sunnatan lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berpuasa sunah hari Asyura esok hari karena Allah Ta'ala."

Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura 

1. Meleburkan dosa setahun

"Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura , lalu beliau menjawab: 'Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat'." (HR Muslim).

2. Mendapatkan pahala setara dengan 10 ribu malaikat

"Barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharam), maka Allah SWT memberinya pahala 10.000 malaikat. Dan, barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharam), maka ia diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah dan 10.000 pahala orang mati syahid. Barang siapa mengusap kepala anak anak yatim di hari tersebut, maka Allah SWT menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Barang siapa memberi makan kepada orang mukmin yang berbuka puasa di hari Asyura , maka seolah olah ia memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka." (HR. Muslim)mk

3. Derajatnya satu tingkat di bawah Ramadan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata: "Rasulullah SAW bersabda: 'Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR Muslim).

4. Setara dengan 30 hari puasa

"Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: 'Rasulullah saw bersabda: 'Orang yang berpuasa pada hari Arafah maka menjadi pelebur dosa dua tahun, dan orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram maka baginya sebab puasa setiap sehari pahala 30 hari puasa'." (HR at-Thabarani dalam al-Mu'jamus Shaghîr. Ini hadits gharîb namun sanadnya tidak bermasalah).

5. Pembeda umat Islam dengan Yahudi

Puasa Tasua yang dilakukan pada 9 Muharam dan juga 11 Muharam menjadi pelengkap puasa Asyura 10 Muharam yang merupakan pembeda umat Islam dengan Yahudi yang memang sama-sama berpuasa di hari Asyura.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut ini:

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)

Artinya : "Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya." (HR Ahmad)

Itulah penjelasan lengkap tentang puasa Tasua dan Asyura dengan bacaan niat dan juga keutamaannya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

I
Reporter
Izqi
P